Vonis Bebas, Netizen Salahkan BNN Atas Kematian Istri Fidelis

Ketika Netizen Terharu Membaca Pledoi Fidelis

Foto: Ilustrasi

Fidelis Arie Sudewarto (36) dibebaskan pada Kamis (16/11) setelah sebelumnya divonis bersalah dan harus menjalani delapan bulan penjara dan denda Rp 1 miliar subsider satu bulan dalam sidang putusan pada 2 Agustus 2017 lalu.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sanggau, Kalimantan Barat menilai ia terbukti bersalah karena memiliki 39 batang ganja untuk mengobati sang istri, Yeni Riawati yang menderita penyakit langka Syringomyeila.

Ketua tim kuasa hukum Fidelis, Marcelina Lin saat dihubungi di Pontianak mengatakan, ini adalah tahap akhir dalam mendampingi perjalanan proses hukum kliennya menyelesaikan administrasi bebas dari penjara.Ā Majelis hakim menilai Fidelis memenuhi unsur dalam Pasal 111 dan 116 UU nomor 35 tentang Narkotika. Fidelis pun diajtuhi vonis dalam sidang putusan pada 2 Agustus 2017 lalu.

Fidelis ditangkap dan ditahan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sanggau pada 19 Februari 2017 yang lalu di Rutan Klas IIB Sanggau. Sebulan yang lalu, ia sudah bisa berkumpul dengan keluarganya dengan cuti bersyarat pada 15 Oktober 2017, namun statusnya masih sebagai narapidana. Sekarang, ia telah bebas murni.

Vonis bebas terhadap Fidelis disambut hangat netizen Indonesia. Ramai komentar netizen menanggapi bahwa fidelis akhirnya dibebaskan.

“Selamat Fidelis, semoga Tuhan memberimu jalan berjuang untuk hal lain: membesarkan dan mendidik anakmu menjadi orang hebat, suami setia dalam keadaan apapun” kicau akun @Azissubekti.

Sementara netizen lainnya terlihat menyalahkan Badan Narkotika Nasional (BNN) atas kematian istri Fidelis. Menurut netizen, penegakan hukum terhadap Fidelis tidak mengembalikan istrinya yang kala itu sakit dan tidak mendapatkan pengobatan.

“Tapi istrinya sudah terlanjur mati. Dan BNN tdk memperdulikanya..” cuit pemilik akun @abrino999.

Tentang penggunaan ganja yang dilakukan Fidelis nampaknya masih menjadi perhatian netizen. Menurut pengguna twitter ini, pengobatan menggunakan ganja sangat dimungkinkan.

“Yup šŸ˜¢ but, at least dia udah nunjukin ke semua org kl (masihy) lemahnya penegakn hukum di negeri ini, dan buka mata ttg penggunaan ganja dari perspektif pelayanan/tenaga kesehatan, imo” cuit @Mametsinaga.

Sementara akun @starrkynr menyebutkan “Sayangnya para ahli negeri ini, ga berbuat apa2, untuk meneliti kebenaran ekstrak ganja untuk pengobatan, dan berusaha melegalkannya “hanya untuk pengobatan”Ā Sementara kebebasan ini jadi ga berarti untuk seorang Fidelis yg sudah kehilangan seorang istri yg begitu dicintaišŸ¤””.

Menurut Marcelina Lin, pihaknya sudah mengajukan pembelaan terbaik dengan keyakinan bahwa Fidelis bukan sebagai pemakai, pengedar dan bandar. “Fidelis hanya berupaya untuk menyelamatkan nyawa istrinya yang terkena kanker sumsum tulang belakang,” ujarnya.

Ia menambahkan, melakukan pembelaan diri sendiri dan orang lain seperti yang dilakukan oleh Fidelis terhadap istrinya yang sudah bersusah payah mengobati ke berbagai rumah sakit dan herbal, namun belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit istrinya. Sehingga Fidelis mencari informasi mengenai penyakit Syringomyelia yang menurut media dan dokter luar negeri obatnya adalah minyak dari ekstrak ganja.

“Upaya yang dilakukan ini adalah ‘overmach’ yang bisa dibenarkan dalam hukum,” ungkap Marcelina

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend