Cara Sang Jenderal Edy Rahmayadi Selesaikan Polemik 15 Klub Liga 1, Dikomentari Netizen

Edy Rahmayadi

(Sumber foto: bolasport.com/kumparan.com)

Edy sendiri menyatakan siap dimintai pertanggungjawabannya sebagai Ketua Umum PSSI jika ada kesalahan dalam jajarannya. “Katakanlah di saya salahnya. Kan yang paling salah komandannya. Komandannya kan saya itu, marahin saya supaya tak terulang lagi,” ujarnya.

Peryataan tegas Edy itu sekaligus mengakhiri polemik ancaman mogok dari 15 Klub Sepakbola di Liga 1 secara damai. Ternyata, permasalahan ancaman mogok yang dilakukan oleh 15 klub sepakbola yang tergabung di Forum Klub Sepakbola Profesional Indomesia (FKSPI) itu terjadi lantaran adanya kesalah pahaman. “Tuntutan dari 15 klub Liga 1 telah diselesaikan. Akar masalahnya karena salah paham saja,” kata Ketua Umum PSSI, Letjend TNI Edy Rahmayadi.

Sebelumnya, melalui akun Instagramnya @edy_rahmayadi, Edy menuliskan beberapa pernyataan untuk mengakomodir permasalahan dan aspirasi yang diributkan oleh FKSPI. Dari postingannya tersebut, Edy menjelaskan duduk permasalahan serta solusi yang akan dilakukannya sebagai Ketua Umum PSSI. “Ancaman 15 klub Liga 1 mogok dari kompetisi teratas nasional itu sebagai bentuk kekecewaan mereka kepada operator yang tak terbuka dalam beberapa aspek seperti bisnis, teknis, dan legal. Kita juga menginginkan agar PT Liga Indonesia Baru (LIB) dapat memenuhi transparansi dan kita juga berjanji bakal menyelesaikan masalah ini agar sepakbola nasional bisa kembali kondusif dan berprestasi. Semua demi bola,” tulisnya.

Sebelumnya, adanya tuntutan mogok yang dilakukan oleh 15 Klub Sepakbola tersebut dilatarbelakangi oleh kekecewaan beberapa klub terhadap PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang dianggap kurang transparan sebagai operator liga yang baru. PT Liga Indonesia Baru (LIB) melalui Direktur Utamanya, Berlinton Siahaan akhirnya turut berkomentar untuk meluruskan permasalahan tersebut. “Untuk menyelesaikan kegaduhan, kami akan menggelar pertemuan dengan 18 klub anggota Liga 1,” kata Berlinton Siahaan seperti dilansir Tribunnews.com.

Untuk menyelesaikan masalah ini, akhirnya digelarlah pertemuan antara PSSI bersama PT Liga Indonesia Baru (LIB) bersama dengan beberapa klub Liga 1 di Hotel The Sultan, Jakarta pada Selasa (10/10/2017). Ternyata permasalahannya hanya sekedar salah paham semata. “Kebetulan kami kemarin sedang sibuk-sibuk. Saya sendiri sedang sibuk, terus masing-masing klub juga sedang bertanding di sana-sini sehingga diundanglah oleh LIB klub-klub ini karena sebelumnya tidak terkomunikasi dengan baik,” kata Edy dilansir dari sportdetik.

“Ada miss komunikasi, seolah-olah kurang transparan. Yang dikhawatirkan karena Liga 1 ini kan tinggal sebulan. Bulan Februari Liga 1 akan dimulai kembali,” tambahnya.

Edy berharap kedepannya masalah seperti ini tidak lagi terjadi. Jika kembali terjadi, pria asal Sumut itu siap pasang badan demi menyelamatkan PSSI dan sepakbola Indonesia.

Berikut pantauan redaksi eveline, mendapati komentar netizen di media sosial terkait Edy Rahmayadi selesaikan polemik 15 klub liga 1. “tulah yg dimaksd pemimpin berani n tegas cba klo dr dlu ketum pssi kya pak edy EDY RAHMAYADI good luck….”, tulis netizen bernama Bang Janie nampak salut dengan cara Ketum PSSI Edy Rahmayadi selesaikan masalah. Sedang netizen lain bernama Dyaz Lee, kritisi aksi mogok 15 klub liga 1 tersebut, “5 klub omdo.. So iye hahaha baru di gertak udah ciuuttt…tampol aja Pak Jendral tuman”.

Sebuah sindiran pedas juga disampaikan netizen lain, “Lagi enak enak mantengin timnas ehhh ini 15 klub mau demo segala..kampret kan Susah klo kelamaan ngumpul ama mafia bola,yg dipikirin cuma duit bukan prestasi..hadeehhh”. Tulis netizen bernama EdiRakha MamaRikha.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend