Final Piala Presiden, Bobotoh Tak Terima Klaim The Jak Soal Penggunaan GBK

Semifinal Piala Presiden 2015 telah berakhir. Dari duel sengit 2 laga semifinal, Persib Bandung dan Sriwijaya FC Palembang berhasil melenggang ke final dengan menysihkan lawan-lawannya. Ketika Persib berhasil melaju ke final, pertanyaan pun muncul. Dimanakah partai final akan digelar?

Kebanyakan partai final sepak bola di Indonesia digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta. Seperti kita ketahui, pendukung Persib, Viking, adalah musuh bebuyutan dari pendukung Persija Jakarta, The Jak Mania. Karena Persib masuk final, sangat riskan apabila laga digelar di SUGBK. Ketakutan akan terjadinya gesekan antara Viking dan The Jak Mania muncul meski kedua klub tidak bermain secara langsung di lapangan.

Pihak Makaha Sport and Entertaiment selaku penyelenggara tetap mengupayakan laga final yang rencana digelar pada 18 Oktober tersebut dapat dilaksanakan di SUGBK. Dikutip dari CNN Indonesia, Mahaka baru akan menggelar pertemuan dengan pihak Polda Metro Jaya Selasa (12/10). Semula pertemuan kedua belah pihak dijadwalkan dilaksanakan hari ini. Akan tetapi, pertemuan hari ini batal terlaksana.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia terhadap Final Piala Presiden ini? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 12 Oktober 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 10.208 tweet yang berisi perbincangan tentang final Piala Presiden 2015.

Pendukung Persib, Viking, pun mengatakan mendukung tim kesayangannya apabila final digelar di SUGBK, Jakarta. Viking beranggapan bahwa Jakarta adalah ibu kota negara. Dan SUGBK merupakan tempat yang pas untuk menggelar final Piala Presiden ini. Jarak dari Bandung menuju ke Jakarta juga menjadi pertimbangan. Sebanyak 2.644 tweet berisi komentar tentang Viking yang mendukung final Piala Presiden digelar di SUGBK.

Sebelumnya, Ketua Umum The Jakmania, Richard Achmad Supriyanto, menyatakan pihaknya menolak rencana menggelar final Piala Presiden 2015 di Jakarta. “Sebelum semifinal berjalan kami sebenarnya sudah memberikan masukan kepada pihak penyelenggara (Mahaka Sport and Entertaiment) dan kepolisian, agar laga final Piala Presiden jangan dilakukan di Jakarta. Kira-kira tiga pekan lalu. Kami keberatan karena ada beberapa faktor yang mendasari yaitu pertama soal sejarah, Jakarta Bandung memang belum harmonis,” ungkap Richard kepada detiksport. Pihak The Jak yang menolak final Piala Presiden digelar di SUGBK mendapat respon netizen sebanyak 6.184 tweet.

Netizen pun berkomentar tentang aksi The Jak. 330 tweet dari pengguna twitter Indonesia mengatakan bahwa SUGBK merupakan milik Negara, bukan milik klub. Jika Polda Metro Jaya mengijinkan partai final Piala Presiden digelar di SUGBK, Jakarta, pihak Mahaka menyatakan kesiapan untuk menggelar partai akbar tersebut. Kabar yang beredar, gelaran final ini akan dilaksanakan di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali, jika Polda Metro Jaya menolak laga digelar di SUGBK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Send this to friend