Mantan Pelatih Persija Om Hen Meninggal Dunia, Netizen Berduka

Mantan Pelatih Persija Om Hen Meninggal Dunia, Netizen Berduka

Sumber foto: persija_jkt / liputan6

Persija Jakarta diselimuti kabar duka. Mantan pelatih Macan Kemayoran, Sugih Hendarto meninggal dunia, Minggu (5/3) dinihari. Kakek yang akrab disapa Om Hen itu menghembuskan nafas terakhirnya di RS Mulia Bogor. Sebelumnya, Sugih Hendarto sempat mendapat perawatan di RS Pejaten untuk operasi tulang belakangnya yang kabarnya bermasalah.

Pelatih yang mengangkat Persija dari keterpurukan di era 1980-an itu kini sudah dibawa ke rumah duka di Jl. Padjadjaran Indah 1 No 21 Bogor.

Persija Jakarta sendiri lewat akun twitternya @Persija_Jkt berkicau turut berduka cita atas meninggalnya pelatih yang sempat membawa mereka ke Final Liga Perserikatan tahun 1988 tersebut. Dalam kicauannya, Persija menuliskan, “Ikut berduka cita yang mendalam atas wafatnya Sugih Hendarto (Om Hen),pelatih Persija era 80 dan 90an, pada Minggu (5/3) di Bogor. #Persija.”

Pengguna media sosial twitter yang lainnya pun juga mengucapkan kicauan berduka atas meninggalnya Sugih Hendarto. “Innalillahi, telah Meninggal Dunia eks asisten pelatih Timnas Indonesia Sugih Hendarto (Om Hen) pagi tadi di RS.Mulia Bogor (Via PSSI),” tulis pengguna twitter dengan akun @chelsandgreen.

Selain itu, beberapa akun media sosial pendukung Persija, The Jak Mania juga mengkicaukan kicauan serupa. “Innalillahi Wa Innalillaihi Rajiun… Telah wafat Bpk Sugih Hendarto (Han Liang Gie/Om Hen) pelatih Persija era 80 & 90an.. Semoga tenang Om,” kicau akun @Jakartwork.

Selain itu, ada juga pengguna twitter yang sedih mendengar kabar meninggalnya Sugih Hendarto. “bener bener sedih dan masij ga percaya om hen tenang disana ya om semua ajaran om hen gaakan sia sia makasihh atas semuanya omm,” cuit pemilik akun @alaikha09.

Sugih Hendarto merupakan pelatih yang mengangkat Persija Jakarta dari keterpurukan. Ia merupakan sosok pelatih yang sangat berjasa buat Macan Kemayoran yang mengalami keterpurukan di periode 1980-an.

Dikutip dari Superball, pria kelahiran 1934 itu ditunjuk Ketua Umum Persija Todung Barita saat untuk menangani tim dan berhasil memberikan perubahan signifikan.

Bersamanya, Persija kembali bangkit dan berhasil menembus final kompetisi Perserikatan tahun 1988.  Sayang Persija kalah 2-3 menghadapi Persebaya Surabaya dalam pertandingan yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*