Skandal Suap FIFA, Dukungan Netizen Untuk Menpora Menguat

Skandal Suap FIFA – sumber foto: Istimewa

Ketika di tanah air publik tengah fokus mengikuti perkembangan konflik Menpora dengan PSSI, sebuah kabar mengejutkan datang dari Swiss. Adalah 9 orang pejabat Federasi Sepakbola Internasional FIFA yang menjadi headline pemberitaan dunia setelah ditangkap pihak kepolisian Swiss pada Rabu 27 Mei 2015 dini hari di Hotel Baur au Lac, Zurich. Kesembilan orang pejabat itu diduga melakukan tindak pidana pencucian uang, pemerasan, dan penipuan transaksi selama 20 tahun terakhir.

Kesembilan pejabat yang ditangkap polisi adalah Jeffrey Webb (Wakil Presiden dan anggota Komite Eksekutif FIFA, Presiden Concacaf), Eduardo Li (anggota Komite Eksekutif terpilih FIFA, Presiden Federasi Sepak Bola Kosta Rika), Eugenio Figueredo (Wakil Presiden FIFA dan anggota Komite Eksekutif), Julio Rocha (Development Officer FIFA), Costas Takkas (Atase Presiden Concacaf), Jack Warner (mantan Wakil Presiden FIFA dan anggota Komite Eksekutif), Rafael Esquivel (anggota Komite Eksekutif Conmebol dan Presiden Federasi Sepak Bola Venezuela), Jose Maria Marin (anggota Komite Organisasi FIFA untuk turnamen sepak bola Olimpiade) dan Nicolas Leoz (mantan anggota Komite Eksekutif FIFA).

Dikabarkan, kesembilan orang pejabat FIFA yang tertangkap tersebut akan diekstradisi ke Amerika Serikat untuk selanjutnya menghadapi penyidikan atas keterlibatan mereka dalam kejahatan di dunia sepakbola berskala global tersebut.

Yang menarik adalah, komentar beberapa pihak di tanah air yang selama ini disorot publik terkait kisruh pengelolaan sepakbola. Menpora Imam Nahrawi menyebut penangkapan pejabat FIFA di Swiss menunjukkan bahwa di lembaga tersebut ada masalah serius sehingga menjadi pantauan khusus oleh pihak terkait.

Imam menyatakan komitmennya untuk memperbaiki carut marut pengelolaan sepakbola Indonesia dan tidak gentar dengan ancaman sanksi FIFA. “Makanya, bangsa kita jangan ditakut-takuti, apalagi rujukannya yaitu FIFA, juga dalam masalah besar yang akan mengguncang dunia,” tegas Menpora.

Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla menyesalkan adanya anggota Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) yang ditangkap Kepolisian Swiss. Terkait dengan PSSI, Jusuf Kalla justru melanjutkan dengan menyindir langkah Menpora yang membekukan PSSI karena dinilai penuh masalah dalam pengelolaan sepakbola tanah air. “Mestinya kalau salah, orangnya yang ditindak, bukan PSSI-nya. Oleh karena itu, (kini) jadi banyak masalah,” ucap Kalla.

Sejauh ini, pihak PSSi belum memberikan tanggapan terkait skandal korupsi dan pencucian uang yang menjerat sembila pejabat organisasi sepakbola yang selama ini menjadi rujukannya tersebut.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia terkait kasus FIFA ini? Simak rangkuman redaksi Eveline berikut ini.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 24 – 25 Mei 2015. Di mana terdapat total 32.022 tweet memperbincangkan kasus korupsi dan pencucian uang yang menjerat para pejabat FIFA. Netizen menyebut penyuapan yang melibatkan 9 pejabat FIFA mencapai nilai 1,32 trilyun rupiah. Sebanyak 2.557 tweet menyoroti nilai fantastis ini.

Sementara itu, daftar nama 9 pejabat FIFA yang terlibat kasus ini mendapat perbincangan netizen sebanyak 18.343 tweet. Netizen juga membicarakan kritik dewa sepakbola Argentina Maradonna yang mengomentari perilaku miring para pejabat FIFA tersebut. Sebanyak 1.834 tweet menyebut hal ini.

Terkait dengan kisruh sepakbola tanah air, netizen menyatakan dukungan atas pernyataan Menpora yang tidak akan gentar dengan sanksi FIFA terkait pembekuan PSSI. Sebanyak 3.089 tweet menyatakan dukungan kepada Imam Nahrawi ini. Netizen juga mengkritik pihak-pihak yang selama ini berusaha menghalangi upaya Menpora dalam mereformasi dunia persepakbolaan tanah air.

Di saat sama, lewat 519 tweet netizen Indonesia juga menyerukan kepada Ketua Umum FIFA Sepp Blatter yang sedianya mencalonkan diri lagi sebagai ketua umum untuk kelima kalinya untuk mundur.

***

Loading...

One thought on “Skandal Suap FIFA, Dukungan Netizen Untuk Menpora Menguat

  1. itemkriting

    Buktikan lah kl emang bener2 bisa bikin sepak bola nasional jadi lebih cerah, kan gara2 bapak sekarang jadi keruh kayak gini -_-“

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend