Soal Juru Bicara Kemenpora Anindya Putri Ternyata Pernah Pakai Kaos Palu Arit, Netizen: Rezim PKI

anindya

(Sumber foto: posmetro)

Putri Indonesia 2015, Anindya Kusuma Putri saat ini menjadi juru bicara Kementrian Pemuda dan Olah Raga dan berkantor secara rutin di Senayan Jakarta. Anindya lahir dan besar di Semarang. Dia mulai hijrah ke Jakarta setelah menjadi Putri Indonesia 2015.

Sebelum memenangi gelar Putri Indonesia 2015 dan masuk 15 besar Miss Universe, Anin–sapaan karib Anindya Putri–sudah sangat akrab dengan kegiatan olahraga dan kepemudaan. Perempuan kelahiran 3 Februari 1992 itu pernah mengikuti kejuaraan bulutangkis di tingkat provinsi sampai nasional. Dia juga mewakili Universitas Diponegoro dalam sebuah aktivitas mahasiswa internasional.

Nama Anindya Putri sempat menjadi perbincangan publik pada bulan Februari 2015 karena mengunggah foto dirinya di akun instagram yang sedang mengenakan kaos merah berlogo palu arit. Logo palu arit juga merupakan logo yang digunakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Saat itu Anindya berkilah dan mengaku bahwa kaos palu arit yang dikenakanya merupakan pemberian sahabatnya yang berasal dari Vietnam. Menurut Anindya dia mengenal sahabat dari Vietnam itu lewat pertukaran pelajar. Sesuatu hal yang biasa jika peserta pertukaran pelajar yang berbeda negara saling memberi hadiah berupa souvenir khas negara masing-masing.

Pantauan redaksi eveline, mendapati komentar netizen soal juru bicara Kemenpora Anindya Putri Pernah Pakai Kaos Palu Arit. “Masa peristiwa besar G30S PKI gak tau…. Padahal bawa2 nama Putri Indonesia…”, tulis netizen bernama Josip Idromeno  sampaikan kritik. Sedang netizen lain bernama Marciano Caniago mencoba berikan saran, “Anak” sekarang gak ngerti dgn sejarah…jadi pikiran mereka Indonesia gak pernah masa kelam di jaman dulu.. Maka nya pelajaran sekolah sebaik nya di ada kan lagi…”.

Hingga beberapa netizen nampak kesal dengan ditahannya anggaran pramuka oleh pihak Kemenpora, sampaikan komentar bernada emosional. “Rezim PKI”, tulis Anthea An.  Ada juga netizen bernama Mohamad Yunus, sebut pemerintah tidak suka dengan Islam, “Organisasi Islam banyak dibekukan oleh pemerintah ini adalah simbolis bahwa pemerintah tidak suka dengan Islam. Kemana arah rezim Jokowi melangkah…?!!!!, Cara cara pemerintah membekukan beberapa ormas kepemudaan termasuk Pramuka sangat mengusik kami sebagai bagian anak bangsa”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend