Soal Tewasnya Suporter Persita, Edy Rahmayadi: Saya Tegaskan Yang Bersalah Pasti Dihukum!

bersalah pasti dihukum

(Sumber foto: Tirto.id)

Panglima Kostrad Edy Rahmayadi meminta media tidak menyudutkan institusi TNI atas tewasnya seorang suporter sepakbola Persita Tangerang karena bentrok dengan suporter PSMS Medan usai laga Liga 2 di Stadion Mini Persikabo, Bogor, Rabu (11/10).

Dihimpun dari tirto.id,  menurut Edy kerusuhan suporter tidak hanya dilakukan prajurit TNI. “Jangan menyudutkan TNI. Persoalannya bukan hanya TNI, kebetulan ini TNI seperti itu (terlibat kerusuhan suporter),” kata Edy, Jumat (13/10).

Edy mengakui prajurit Kostrad terlibat dalam bentrok suporter di Bogor. Edy mengklaim prajuritnya tidak bisa menahan diri karena dilempari batu oleh suporter Persita usai pertandingan selesai digelar. Menurut Edy ada sekitar enam belas anak buahnya yang mengalami luka di bagian kepala. “Pas mau pulang dilempari batu sampai benjol 16 orang. Di situ mungkin mereka tidak kuat iman sehingga mengejar, membalas. Terjadilah itu (suporter Persita tewas),” ujar Edy.

Saat ini Kostrad tengah menginvestigasi prajuritnya yang terlibat dalam bentrokan. Edy memastikan akan memberi sanksi kepada prajurit yang terbukti bersalah. Namun ia tak merinci sanksi seperti apa yang akan diberikan. “Kami sedang melakukan investigasi. Kalau sudah investigasi pasti akan ada sanksi,” katanya.

Edy enggan menjawab saat ditanya adakah pengerahan prajurit TNI sebagai suporter PSMS Medan. Ia mengaku tidak tahu menahu mengapa ada banyak prajuritnya yang datang ke stadion. “Saya tidak tahu mungkin karena berdekatan lapangan itu dengan divisi sehingga prajurit Kostrad ikut nonton di situ. Karena memang kan sebagian besar pemainnya ada prajurit Kostrad di situ,” ujarnya.

Berangkat dari peristiwa ini Edy mengatakan tidak akan ada lagi suporter sepakbola yang bersifat kolektif dari unsur tentara. “Kami ambil langkah tidak ada TNI khususnya Kostrad menjadi suporter yang bersifat kolektif,” ujarnya.

Edy mengaku turut berbelasungkawa atas tewasnya suporter Persita. Betapa pun tidak ada pembenaran bagi prajurit TNI mengeroyok warga sipil, apalagi hingga meninggal dunia. “Saya belasungkawa apa pun alasannya. Prajurit harusnya tahan uji, tahan nafsu,” kata Edy.

Berikut pantauan redaksi eveline, mendapati komentar netizen di media sosial terkait Edy Rahmayadi memastikan akan menindak tegas siapapun yang bersalah dalam kasus tewasnya suporter Persita. “Klo sdh masuk ranah pembunuhan bkn kericuhan yg anda mksd yg dilakukan prajurit TNI d stadion itu tdk membutuhkan wkt lama utk menangkapnya!”, tulis netizen dengan akun @Yori66927854 berharap kasus ini dapat segera terselesaikan.

Selanjutnya, netizen lain dengan akun @glgerror, menulis “kalo gag bisa d’usut mending dbekukan lg aja pssi @imam_nahrawi”, meminta agar Kemenpora Imam Nahrawi ikut turun tangan dalam kasus ini. (Baca: Terkait Meninggalnya Suporter Persita, Imam Nahrawi: Kasus Ini Harus Diusut Tuntas)

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend