Soal Impor Beras, Netizen Menagih Janji Kedaulatan Pangan

Meskipun diberitakan telah turun, harga beras di pasaran ternyata belum juga menunjukkan stabil. Gonjang-ganjing harga beras yang belum terkendali pada akhirnya membuat membuat Presiden Joko Widodo mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) tentang Kebijakan Pengadaan Gabah, atau beras dan penyalurannya oleh pemerintah. Keluarnya Inpres ini sekaligus menjadi izin bagi pemerintah melalui Bulog untuk melakukan impor beras apabila stok dalam negeri tidak memadai.

Persoalan harga beras yang naik tajam sebelum jatuh panen raya menjadi polemik tersendiri bagi masyarakat pengguna media sosial. Pantauan yang dilakukan eveline selama sebulan terakhir menunjukkan bahwa pembicaraan mengenai naiknya harga beras cukup tinggi. Periode 20 Februari – 21 Maret 2015 jumlah pembicaran di media sosial twitter mencapai 165.968 kicauan. Puncak pembicaraan mengenai naiknya harga beras terjadi pada tanggal 24 Februari 2015 dengna jumlah pembicaraan mencapai 22.208. Puncak pembicaraan kedua terjadi pada tanggal 27 Februari 2015 dengan jumlah pembicaraan mencapai 7.414 pembicaraan. Jumlah pembicaraan yang cukup besar menunjukkan bahwa persoalan harga beras adalah persoalan nyata di masyarakat.

Data-data yang cukup menarik perhatian adalah kenaikan harga beras memicu jatuhnya daya beli masyarakat bawah. Tercatat selama sebulan terakhir terdapat 2.485 tweet masyarakat yang berkicau masyarakat miskin mulai beralih mengkonsumsi nasi aking. Pada 26 Februari, jumlah pembicaraan beralihnya masyarakat miskin makan nasi aking mencapai puncaknya.

Ditengah merebaknya harga beras yang belum stabil, pantauan eveline memperlihatkan terdapat 1.789 tweet masyarakat pengguna media sosial yang menuntut pemerintah segera merealisasikan janji kedaulatan pangan. Masyarakat yang menuntut janji kedaulatan pangan juga meminta pemerintah agar tidak gampang membuka keran impor dan memilih untuk memperbaiki produksi padi nasional. Beberapa kicauan juga berbagi informasi adanya elemen masyarakat berdemo agar pemerintah serius mewujudkan kedaulatan pangan.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend