Ahok Ingin Rekrut Anggota TNI Jadi PNS, Netizen Pro Kontra

Ahok berencana rekrut anggota TNI jadi PNS – sumber foto: Istimewa

Setelah sebelumnya pimpinan Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) menyampaikan keinginan untuk menarik anggota TNI menjadi sekjen dan penyidik KPK, sekarang giliran Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, alias Ahok yang berkeinginan serupa. Dalam pertemuan dengan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Gatot Nurmantyo, Kamis 28 Mei 2015, Ahok menyampaikan keinginannya untuk merekrut anggota TNI menjadi pegawai negeri sipil (PNS) di Pemprov DKI Jakarta.

Keinginan Ahok ini dilandasi alasan kedisiplinan yang telah dimiliki oleh para anggota TNI dan selalu dipupuk dalam setiap latihan militernya, merupakan modal yang sangat berharga bagi mereka untuk bisa melaksanakan tugas-tugasnya sebagai seorang pegawai pemerintah. Namun, mantan Bupati Belitung Timur ini mensyaratkan anggota TNI yang direkrut harus terlebih dulu mengajukan pensiun atau sudah tidak lagi berstatus militer aktif.

KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo menyambut baik keinginan orang nomor satu di Jakarta tersebut. Menurutnya, anggota TNI siap melaksanakan panggilan tugas di lembaga apapun untuk negara. Selain itu, Gatot menyebut bahwa tawaran menjadi pejabat sipil tentunya akan menggembirakan anggota TNI karena gaji yang bakal diterima relatif besar.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia terkait dengan rencana rekrutmen anggota TNI menjadi PNS di DKI Jakarta ini? Simak rangkuman redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 25 – 29 Mei 2015. Di mana terdapat 3.964 tweet memperbincangkan keinginan Ahok merekrut anggota TNI sebagai PNS. Sebanyak 1.050 tweet dicuitkan netizen menyoroti pertemuan Gubernur Ahok dengan KSAD Jenderal Gatot Nurmantyo di Mabes TNI Kamis kemarin.

Dukungan netizen atas rencana ini pun mengemuka. Sebanyak 2.252 tweet menyampaikan dukungan atas sambutan KSAD terhadap rencana rekrutmen tersebut. Mayoritas netizen menyebut bahwa nilai displin yang dimiliki anggota TNI dibutuhkan untuk merubah mentalitas para PNS di lingkungan Pemprov DKI.

Sebaliknya, suara miring juga banyak terdengar di media sosial. Sebanyak 1.099 tweet dicuitkan netizen yang khawatir masuknya anggota TNI menjadi PNS di lingkungan Pemprov sebagai menguat kembalinya Dwifungsi ABRI yang dulu dihapuskan. Netizen juga menyuarakan kekhawatiran akan kemungkinan penyalahgunaan kekuasaan dan fasilitas di lingkungan Pemprov.

Selain itu, muncul juga suara miring dari para PNS yang khawatir fungsi dan posisi mereka digantikan oleh para anggota TNI yang direkrut tersebut. Sebanyak 340 tweet menyoroti kekhawatiran ini.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend