Ahok Kalah di Pilkada DKI, Buni Yani Jadi Sorotan Netizen

Ahok Kalah di Pilkada DKI, Buni Yani Jadi Sorotan Netizen

Sumber foto: netralitas / viva

Tak bisa dipungkiri, kasus dugaan penistaan agama diyakini sebagai salah satu kerikil penjanggal langkah Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk kembali duduk di kursi DKI 1. Bahkan, kasus dugaan penistaan agama ramai menuai kontroversi. Kasus ini sendiri akan kembali dilanjutkan dalam persidangan Kamis besok (20/4).

Disisi lain, pengguna media sosial twitter menyoroti Buni Yani, pengunggah video Ahok saat berpidato di Kepulauan Seribu. Unggahan video Buni Yani inilah yang menjadi awal dari kasus Ahok tersebut.

Baca: Di TPS Slank, Anies- Sandi Kalahkan Ahok- Djarot

Pengguna twitter dengan akun @agil_woles menyindir Buni Yani dengan mengucapkan terima kasih atas jasanya yang telah menjadi pengganjal Ahok di Pilkada DKI. “Buni Yani adalah orang yang paling berjasa bagi Anies Sandi ,sekali lagi gw ucapin selamat kepada Isu Sara yang ude memenangkan Pilkada DKI.”

Berbeda dengan pemilik akun twitter @hjalmunawar menyebut aktor pemenangan Anies- Sandi kali ini adalah Buni Yani. “Realistis saja. Yang paling berjasa memenangkan Anies-Sandi bukan Prabowo atau Hary Tanoe dkk. Yang paling berjasa adalah HRS dan Buni Yani.”

Ada juga pengguna twitter yang menyebut tanpa campur tangan Buni Yani, Pilkada DKI akan berjalan biasa saja. “Selamat Buni Yani, kamu terbaik. Tanpa kamu (mungkin) pilkada akan terasa biasa2 saja.” tulis akun @fauzanawal.

Menurut hasil hitungan cepat, pasangan Anies- Sandi unggul dari pasangan Ahok- Djarot. Dengan jumlah data masuk 27,5%, lembaga survei Charta Politica menempatkan Anies-Sandi unggul 54,44% dibandingkan Ahok-Djarot 45,56%.

Baca Juga: Netizen Mulai Ramai Ucapkan Selamat Untuk Anies-Sandi

Sementara itu, Direktur Publik Opinion and Policy Research atau Populi Center Usep S. Ahyar mengatakan, Populi menurunkan sekitar 500 relawan yang disebar di 500 sampel TPS di seluruh Jakarta. Ia menyatakan, hasil hitung cepat atau quick count bisa dipastikan keakuratannya.

“Ya kita lihat pengalaman sebelumnya, diputaran pertama, selisih perhitungan quick count dengan perhitungan KPU yang berbulan-bulan itu cuma 0,1 persen,” kata Usep.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend