Auditor Utama BPK Dituntut 15 Tahun Penjara, Netizen Benarkan Ahok

Foto: Ilustrasi

Jaksa Penuntut Umum menuntut mantan auditor utama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Rochmadi Saptogiri 15 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsidier enam bulan kurungan. Rochmadi dianggap terbukti menerima suap, gratifikasi, dan kasus pencucian uang.

“Menuntut majelis hakim menyatakan terdakwa Rochmadi Saptogiri terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi bersama-sama,” ujar jaksa saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (12/2).

Jaksa juga menuntut Rochmadi membayar uang pengganti sebesar Rp200 juta subsidier satu tahun kurungan. Dalam tuntutannya, jaksa menyatakan perbuatan Rochmadi tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas korupsi.

Rochmadi juga dinilai menyalahgunakan jabatan dan wewenangnya dengan memanfaatkan bawahan untuk turut melakukan korupsi.

“Terdakwa juga tidak mengakui dan menyesali perbuatannya,” kata jaksa.

Tuntutan 15 tahun penjara terhadap Rochmadi Saptogiri ramai mendapat tanggapan netizen. Sebagian besar netizen menghubungkan tuntutan hukum terhadap auditor BPK terhadap perseteruan dengan mantan Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama.

“Auditor BPK ngebet ingin memenjarakan Ahok, eh kini malah Auditor utama BPK yang terbukti jadi pesakitan di kursi pengadilan dg dituntut hukuman 15 th penjara. Apa aku bilang, kebenaran akan menemukan jalannya. ” kicau netizen bernama @Yusuf_dumdum.

“Auditor yang bilang Pembelian SUMBER WARAS BERMASALAH di tuntut 15 Tahun penjara. Kurang Lama ngak?” ujar akun @Sugi_0706.

Rochmadi sebelumnya didakwa menerima suap Rp240 juta dari dua pejabat Kemendes Sugito dan Jarot Budi Prabowo. Uang itu diduga diberikan agar Rochmadi memberikan opini wajar tanpa pengecualian (WTP) terhadap Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Kemendes tahun anggaran 2016.

Selain menerima suap, jaksa juga mendakwa Rochmadi menerima gratifikasi dan melakukan pencucian uang senilai Rp1,725 miliar. Jaksa menyatakan, harta kekayaan senilai Rp1,725 miliar yang digunakan untuk membeli sebidang tanah tidak sebanding dengan penghasilan dan harta kekayaan Rochmadi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend