BEM Seluruh Indonesia Serukan Reformasi Jilid 2 Lewat Aksi Bela Rakyat 121, Netizen Ramai Berkomentar

reformasi

(Sumber foto: UNJKita.com/www.mediankri.net)

Kegelisahan yang mendera rakyat Indonesia akhirnya mendorong para Mahasiswa sebagai palang pintu reformasi era kejatuhan Presiden Soeharto kembali memuncak. Mahasiswa menganggap reformasi saat ini justru semakin parah di era Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Keresahan itu pun ditunjukkan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nasional Jakarta yang juga selaku Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia, Bagus Tito Wibisono. Ia mengatakan, mahasiswa dan rakyat tak boleh diam dalam melihat persoalan yang menimpa negara ini. Sebaliknya, mahasiswa harus bangkit dan bersatu dengan membawa spirit untuk menyampaikan persoalan bangsa kepada pemerintah

“Hidup mahasiswa, hidup rakyat Indonesia!. Jika hari ini pemerintah sewenang-wenang dalam menetapkan kebijakan, serta saling lempar-melempar tanggung jawab, maka hanya ada satu kata, lawan. Harga-harga naik di awal tahun 2017, menunjukan prospek dan kualitas kerja pemerintah yang nyata. Nyata memeras rakyat.

Disebutkannya, sejak negara ini dibawah rezim pemerintahan Jokowi tak ada tanda-tanda masalah bangsa dapat terselesaikan. Padahal, dengan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki, negara ini mestinya makmur dan rakyat sejahtera. “Rezim kali ini seakan main-main, memerintah negara yang kualitasnya bukan main, sehingga harga diri bangsa serta kesejahteraan rakyat jauh dari kata bahagia,” ucapnya.

Maka dari itu, BEM seluruh Indonesia, kata Bagus, menyerukan kepada seluruh mahasiswa Indonesia, turunlah ke jalan untuk menggelar aksi demonstrasi. “Ramaikan jalanan dan buatlah parlemen jalanan. Jika hari ini parlemen sesungguhnya lemah dalam memanggul amanah, turunlah ke jalan. Ramaikan jalanan dan tetaplah menjadi singa di jalanan. Aumkan keresahan rakyat atas kegagalan pemerintahan mengelola negara!. Sebagai aksi serentak mahasiswa di seluruh wilayah Indonesia!,” seru dia.

Lebih lanjut, Bagus menegaskan, dalam aksi nanti akan diserukan reformasi jilid 2 jika saja pemerintah masih tidak sanggup menata negara ini ke arah yang lebih baik. Mahasiswa harus selalu membela rakyat sebagai kaum yang tertindas. “Jika pemerintah masih bercanda mengelola negara maka reformasi jilid 2 harus menggelora. Bergeraklah. Turunlah ke jalan jika penjajahan masih ada, bahkan dari saudara sendiri maka semboyan kita tetap, merdeka atau mati”, ucap Ketua BEM UNJ itu.

Pantauan redaksi eveline, mendapati komentar netizen terkait BEM SI serukan reformasi jilid 2 lewat aksi bela rakyat 121. Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. “Gaungkan wahai anak muda, bangsa ini didirikan berkat perjuangan para pemuda, pemuda revolusioner . #IndonesiaMandiri”. Dituliskan netizen dengan akun @BangsaPenguasa, sampaikan dorongan semangat.

Dorongan serupa juga datang dari netizen dengan akun @Hersus25, “bangun²!!! bergabunglah bersama ummat n ulama…”. Sedang netizen lain menulis, “Harus berani, harus punya nyali, para ulama sudah berdoa, Sudah saat nya kebatilan dilenyapkan. #Bersama kita bisa”. Dikicaukan akun @Haridanto1. Kedua netizen ini sarankan Mahasiswa bersatu bersama rakyat dan ulama.

Meski demikian, tak hanya komentar positif digaungkan. Beberapa netizen lain justru sampaikan komentar negatif. “paling yg datang cuma seuprit.. Spt yg sudah2.. Gak ada harapan dari mahasiswa sekarang” tulis netizen dengan akun @roz_zale. Sedang netizen dengan akun @GamalGani_7, “palingan juga ‘reformasi’ di atas meja makan istana :)”, sindir netizen ini.

Selanjutnya, seorang netizen dengan tegas mengkritisi istilah reformasi yang digaungkan BEM SI. “trus abs trun kejln apa? Cuci kaki tidur ? Skrg bkn lgi reformasi tp udh REVOLUSI dan ini gak sbercanda itu”. Dikicaukan akun @tuanhutabarat, bermaksud mengingatkan Mahasiswa bahwa persoalan yang dihadapi sudah gak “sebercanda itu”.

Loading...

One thought on “BEM Seluruh Indonesia Serukan Reformasi Jilid 2 Lewat Aksi Bela Rakyat 121, Netizen Ramai Berkomentar

  1. Sugi Kawulo Alit

    Indonesia saat ini butuh pemimpin yang berpikiran cepat, taktis, tegas dan tepat dan semua itu tak ada pada karakter pemimpin seperti Tuan Jokowi.

    Tuan Jokowi terlalu banyak mendengar cukong mami dan akhirnya lambat memutuskan solusi.
    Tuan Jokowi terlalu banyak menampung kepentingan yang ada hingga akhirnya banyak menimbulkan banyak kegaduhan. #KambingHitam

    Saat ini, Indonesia butuh pemimpin yang negarawan dan berjiwa kebangsaan bukan yang cuma doyan blusukan.
    Krisis harus dihadapi dengan pemimpin yang berpikiran cepat, taktis, tegas dan tepat.

    mohon maaf, menurut saya pribadi bukan karakter seperti Prabowo yang pas untuk menahkodai negeri ini, apalagi saat ini hanya seorang Jokowi menahkodai perahu negeri ini, sorry… 🙏

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend