Beredar Surat untuk Dirut Pertamina, Netizen Kembali Bicarakan Setya Novanto

Ketua DPR RI, Setya Novanto, seakan-akan tak habis dari pemberitaan media. Setelah diduga mencatut nama Presiden Joko Widodo dalam kasus PT. Freeport Indonesia beberapa waktu lalu, kini beredar surat dikalangan media yang diduga dikirimkan oleh Setya Novanto kepada Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto.

Dikutip dari Tempo, kemarin beredar surat di kalangan wartawan. Surat yang diduga dari Setya Novanto itu ditujukan kepada Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto. Pada surat tertanggal 17 Oktober 2015 itu, Setya Novanto meminta PT Pertamina membayar biaya penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) pada PT Orbit Terminal Merak (OTM) di mana selama ini, PT Pertamina menyimpan bahan bakar di perusahaan tersebut.

Pemantauan yang dilakukan Redaksi Eveline pada media sosial, khususnya Twitter, mendapati 4.744 tweet perbincangan tentang beredarnya surat dari Setya Novanto ke Dirut Pertamina. Pemantauan ini dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System pada periode 18-19 November 2015.

Mengetahui hal ini, Kepala Bagian Tata Usaha Ketua DPR RI Hani Tapahari mengatakan ia perlu mengklarifikasi surat palsu yang mengatasnamakan Ketua DPR Setya Novanto dan ditujukan kepada Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto. Menurut Hani, arus surat keluar masuk dari dan kepada Ketua DPR adalah tanggung jawabnya. Hani mengatakan surat yang ditujukan kepada Dirut Pertamina yang mengatasnamakan Setya Novanto itu tidak benar alias palsu. Sebanyak 1.536 tweet dari pengguna twitter Indonesia berkomentar tentang klarifikasi pihak DPR RI yang menyatakan surat dari Setya Novanto adalah palsu.

Hani mengatakan, ada perbedaan mendasar antara surat yang saat ini beredar di kalangan wartawan dan sudah dipublikasikan kepada masyarakat. Menurut Hani, kop surat asli Ketua DPR selalu berada di sisi kiri, tidak pernah berada di posisi tengah seperti yang beredar.

Lanjutnya, setiap surat dari ketua DPR yang keluar harus dicatat oleh kepala bagian dengan mencantumkan nomor surat sehingga tata usaha memiliki data atas surat tersebut. Selain itu, setiap surat yang keluar harus ditandatangani langsung oleh Ketua DPR.

Dilain pihak, Setya Novanto sendiri juga membantah kalau surat yang beredar di kalangan media tersebut berasal dari dirinya. Bantahan Setya Novanto ini mendapat respon netizen sebanyak 566 tweet. Sama seperti yang diutarakan Hani Tapahari, Setya Novanto mengatakan surat itu palsu karena kop surat asli Ketua DPR RI berada disebelah kiri, bukan di tengah seperti surat yang beredar tersebut. Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa surat itu pasti berasal dari pihak yang tidak bertanggung jawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend