Cagub NTT Terjaring OTT KPK, Netizen Yakini KPK Tidak Tebang Pilih

OTT di Jakarta dan Surabaya, KPK Amankan 17 Pejabat BUMN dan Swasta

Foto: Ilustrasi

KPK memeriksa intensif Bupati Ngada Marianus Sae yang dicokok lewat operasi tangkap tangan (OTT). Ada dugaan penerimaan hadiah atau janji yang didalami KPK.

“Kami sedang dalami dugaan penerimaan oleh penyelenggara negara terkait fee proyek,” kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat dihubungi lewat pesan singkat, Minggu (11/2/2018).

Marianus diperiksa bersama seorang lainnya yang juga tiba lebih dulu di KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan. Pemeriksaan ini dilakukan maksimal hingga 1×24 jam.

“Sesuai KUHAP, KPK diberikan waktu paling lama 24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan,” ujar Febri lagi.

Selain keduanya, KPK juga mengamankan sejumlah orang lainnya. Sebab, OTT dilakukan di sejumlah daerah. Seperti diketahui, Marianus Sae maju Pilgub NTT didampingi Emilia J Nomleni sebagai calon wakil gubernur. Keduanya diusung oleh PDIP dan PKB.

Operasi KPK kembali mendapat apresiasi netizen Indonesia. Beragam komentar dilayangkan netizen berupa pujian, termasuk keyakinan bahwa KPK tidak tebang pilih.

“bagus….!!!!KPK tdk tebang pilih…semua terlibat korupsi langsung dilibas …..ini pemerintah jokowi.sedang gencar gencarnya menumpas biang kerok korupsi entah dari partai manapun yg berkuasa maupun tdk tidak berkuasa …..ini .benar2 bpk jokowi tdk pernah intervesi KPK .” ujar akun facebook bernama Ferdinan.

Pendapat serupa disampaikan oleh pengguna facebook lainnya. “Berarti KPK netral.. sapa pun yg salah di embat.. beda kyak PAN dan kaum kampret.. katanya KPK gk netral.. buktinya ini sapapun yg salah harus d tindak.. bntr lg kampret datang..#bakarmenyan” ujar Charly Silaen.

“:Siapapun dr partai manapun…beriteruus!! KPK🤗” apresiasi akun Siahaan Debora. 

Seperti diketahui, Marianus Sae yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, tercatat pernah memerintahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja untuk memblokir Bandara Turelelo Soa. Perintah ini muncul akibat Marianus tidak mendapat tiket pesawat Merpati Nusantara Airlines rute Kupang-Bajawa.

Tindakan kontroversial itu dilakukan Marianus pada 21 Desember 2013 silam.

Akibat tindakan itu, pesawat Merpati rute penerbangan Kupang-Bajawa yang mengangkut 54 orang penumpang tidak bisa mendarat. Pesawat tersebut akhirnya terpaksa kembali ke Bandara El Tari, Kupang.

Demikian pula dengan pesawat Merpati nomor penerbangan 6516 dari Kupang-Soa batal mendarat di Bandara Turelelo-Soa. Bandara ini diblokade mulai pukul 06.15 Wita hingga pukul 09.00 Wita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend