Cegah Isu SARA Di Pilkada DKI, Netizen Ramai Kicaukan #AhokGubernurSARA

SARA

(Sumber foto: akun twitter @SiBonekaKayu/sp.beritasatu.com)

Berbagai pihak tengah berupaya keras mencegah munculnya isu terkait Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA)  dalam Pilkada serentak yang akan digelar pada 2017 mendatang. Sementara itu, isu SARA khususnya jelang kampanye pilkada di DKI Jakarta masih menjadi momok bukan saja bagi masyarakat Jakarta.

Namun juga bagi pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bertekad menegakkan jalannya pilkada secara demokratis, aman dan damai.

Baca: Ditengah Tekad Kapolri Tegakkan Pilkada Damai, Netizen Masih Menyoal Isu SARA Di DKI

Bahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo telah meminta seluruh pihak untuk tidak melakukan kampanye negatif dan bermuatan SARA dalam kampanye pilkada serentak nanti. Hal itu disampaikan oleh Tjahjo saat memberikan sambutan di acara Rapat Koordinasi Nasional Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan juga wakil gubernur seluruh Indonesia.

“Saya berharap FKUB agar dapat menjaga netralitas dan menciptakan suasana rukun dan damai menyukseskan pelaksanaan pilkada serentak 2017,” jelasnya saat sambutan di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Senada dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo dalam upaya mencegah isu SARA itu. Ketua Timses Agus-Sylvi, Nachrowi Ramli usai acara konsolidasi di IS Plaza, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Rabu (5/10/2016), turut menegaskan agar dalam kampanye nanti timsesnya bertarung dengan penuh etika dan tidak melanggar aturan yang berlaku. “Tidak boleh mengangkat isu SARA. Perekatnya adalah Pancasila dan UUD 1945. 10 Tahun SBY (jadi presiden) bisa membina kerukunan tadi,” kata Nara.

Di sisi lain, terkait merebaknya isu SARA di Pilkada DKI. Sebuah petisi online beredar, dan telah ditandatangani oleh lebih dari 20 ribu pengguna medos, baru-baru ini beredar luas melalui laman change.org. Petisi  itu diberi judul , “AHOK! JANGAN LECEHKAN AYAT AL QUR’AN”.

Baca: Netizen Ramai Tandatangani Petisi Ahok! Jangan Lecehkan Ayat Alquran

Petisi itu memuat tiga tuntutan, yang intinya meminta agar Gubernur DKI Ahok meminta maaf atas ucapannya tersebut. Selain itu, meminta MUI memberikan peringatan terhadap Gubernur DKI Jakarta atas perbuatannya, dan meminta agar Menteri Agama RI memberikan teguran terhadap Ahok.

Pantauan redaksi Eveline di media sosial twitter mendapati netizen komentar soal upaya mencegah merebaknya isu SARA jelang kampanye pilkada DKI 2017. Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. “@benz_moreira: Sudah tanda-tangan petisi thd #AhokGubernurSARA itu? Yuk ikutan n mohon bantuannya utk sebarkan .” dikicaukan akun @yurikaa_dr, nampak mengundang netizen lain dalam mempetisi Ahok, sembari  melontarkan tagar #AhokGubernurSARA.

Hal serupa juga disampaikan netizen lain, “Menyerang semua lawan2 Politik dengan kata SARA sekaligus bersembunyi dibelakang kata SARA #AhokGubernurSARA”, tulis akun @mata_indigo. Sedang seorang netizen lain dengan akun @Muh_Nurul_Fataa, menulis, “Luar Biasa ni orang berani campuri keyakinan Muslim. Smoga mabes gak masuk angin nih”, sembari sampaikan sindiran.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend