Dari Petisi Hingga Desakan Ormas Islam: Ini Dia Komentar Netizen Soal Pencopotan Kapolda Jabar

Anton

(Sumber foto: akun twitter @NUSANEWScom/ change.org)

Tersebut pada laman www.change.org, petisi pencopotan Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Anton Charliyan hanya perlu perlu mendapat tambahan 13.757 untuk mencapai 50.000 tanda tangan lagi. Sementara hingga siang ini pukul 14.00, angka para pendukung petisi telah mencapai 36.243 netizen, wow…jumlah yang cukup fantastis!.

Dalam pengantarnya, Rakyat Bergerak menyampaikan tuntutannya agar Kapolri Jenderal Tito Karnavian segera mengganti Kapolda Jabar sebab diduga membekingi Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Lembaga Swadaya Masyarakat yang pada Kamis (12/1) lalu melakukan penyerangan terhadap anggota Front Pembela Islam (FPI).

“Menurut kami ini tidak wajar, jelas ini ada aroma untuk membenturkan rakyat dengan rakyat. Kami ingin agar Ketua Dewan Pembina Harian LSM GMBI yang juga merupakan Kapolda Jabar untuk bertanggung jawab atas perilaku anarkis yang dilakukan LSM-nya,” demikian pengantar petisi dimaksud.

Selain Kapolri Jenderal Tito Karnavian, petisi juga ditujukan kepada Presiden Joko Widodo, Ketua MPRI RI Zulkifli Hasan serta Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah.

Lebih jauh soal desakan pencopotan itu, Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) juga turut  berunjukrasa pada Senin, (16/1) di depan gedung DPRD. Massa bahkan menuntut supaya Kapolda Jawa Barat Irjen Anton Charliyan dipecat dari jabatannya.

Ketua Al Mumtaz Ustad Hilmi Afwan mengatakan aksi unjuk rasa dilakukan terkait tragedi Bandung Berdarah 121. Menurutnya dalam insiden itu terjadi penganiayaan, pengeroyokan dan upaya pembunuhan terhadap aktivis Islam oleh gerombolan preman dari LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

“Telah terjadi pengrusakan kendaraan dan penganiayaan secara membabi buta terhada umat Islam yang mengawal Imam Besar FPI ketika menghadiri panggilan Polda Jabar. Kami menuntut Polda Jabar tangkap preman pelaku penganiayaannya,” katanya.

Berikut video berjudul aksi sweeping yang sempat beredar di Medsos diduga terjadi beberapa saat sebelum penyerangan GMBI terhadap FPI:

Lebih lanjut, pihak Al Mumtaz juga menuntut supaya Kapolda Jabar diberhentikan dari jabatannya karena dianggap gagal menjaga kondusifitas masyarakat. Apalagi menurutnya insiden 121 lalu menjadi pemicu reaksi Muslim Jabar terhadap anggota dan sekretariat GMBI di berbagai wilayah. “Kami menuntut Kapolda Jabar segera dipecat karena gagal menjaga kondusifitas warga Jabar khususnya Muslimin Jabar,” ujarnya.

Selain itu, ia menilai kehadiran GMBI justru diduga ditunggangi ideologi komunis dan aliran syiah. Pasalnya, kelompok tersebut dianggap selalu menebar kebencian terhadap Islam. Sehingga phaknya pun meminta supaya izin LSM GMBI dibekukan. “(GMBI) Berpotensi memecah belah NKRI, kami tuntut LSM itu segera dibekukan,” ucapnya.

Meski desakan masyarakat terus bertambah besar, namun Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan menepis hal itu dipicu oleh LSM yang dibinanya tersebut. “Jadi tidak ada anggota GMBI yang melakukan kekerasan atau terlibat keributan dengan mereka (FPI, red),” tegasnya.

Mantan Kadiv Humas Mabes Polri ini menjelaskan keributan berawal dari penganiayaan yang dilakukan oknum anggota FPI terhadap anggota sebuah ormas. Lalu ormas yang saat itu belum diketahui identitasnya tersebut melihat oknum FPI itu di rumah makan Ampera. Akhirnya terjadi keributan.

“Hanya gelut (berkelahi) begitu saja. Enggak ada penusukan. Tidak ada satupun santri menjadi korban penusukan, apalagi dibunuh. Jadi ini harus diluruskan,” tandasnya.

Pantauan redaksi eveline, mendapati netizen berkomentar soal Petisi Hingga Desakan Ormas Islam yang menuntut Kapolda Jabar dicopot atau dipecat dari jabatannya. Seorang netizen dengan akun @ZaraZettiraZR, misalnya, telah memutuskan untuk mendukung petisi pencopotan Kapolda Jabar.

Selanjutnya beberapa komentar netizen lain juga terlihat kala memberikan dukungan serupa. “Kurang tepat dan bisa di katakan Gagal sikapnya dalam membina kerukunan dalam masyarakat di wilayah nya sendiri.” Tulis netizen dengan nama Gunawan Sugiharto, sebut Kapolda Jabar gagal dalam membina kerukunan warganya.

Sedang netizen lain bernama Raja Prima sampaikan kritikan, “Bapak pengayom masyarakat (Anton).wajar kalaumasyarakat sekArang pada ribut krn di pimpin oleh otak2 anarkis kayak pak anton polda jabar”.

(Baca juga: Mengejutkan! Fakta Tentang Ormas GMBI Yang Serang FPI, Netizen: Kumpulan Preman Ternyata)

Ada juga seorang netizen menyampaikan saran terhadap Kapolda Jabar. “sebagai penegak hukum, semestinya melihat secara objektif untuk menyikapi suatu permasalahn. apabila sudah menjadi pejabat dalam struktur pemerintahan, jabatan diluar itu harapnya di cukupkan. hal ini untuk menghindari tendensi akan pemenuhan2 kebutuhan yang mungkin hanya menguntungkan pihak tertentu.”, dituliskan akun bernama Harry Gembira.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend