Didukung Seword, Lomba Menulis Pencapaian Jokowi Dikritik Netizen

Foto: Ilustrasi

Alih-alih mendapatkan dukungan yang luas, lomba menulis tentang pencapaian Presiden Joko Widodo mendapat sindiran netizen. Pasalnya lomba menulis dalam rangka 72 tahun kemerdekaan Indonesia tersebut diselenggarakan oleh situs berita Seword.

Seperti diketahui, situs berita Seword.com kerap disebut-sebut memuat berita-berita hoax dan fitnah. Pada Februari 2017, situs ini pernah dilaporkan ke Polda Metro Jaya karena memuat artikel yang diduga fitnah. Artikel tersebut berjudul “Bukti Anies Jatuh dalam Kubangan Setan”.

Netizen pun ramai menanggapi lomba penulisan tersebut karena kesan bahwa Seword mendapatkan dukungan istana. Seperti yang dikicaukan oleh akun @Panca66 “Yang bikin lombanya Seword, media fitnah kerjasama sama orang Istana. Gimana @jokowi ngajak orang perangin hoax? Ampun deh”.

Seperti diketahui, Dirjen Aplikasi dan Informatika (APTIKA) Semuel Abrijani Pangerapan, di Jakarta, Senin (20/2), menyebutkan bahwa situs ini belum ditutup karena belum ada permintaan resmi dari kepolisian untuk memblokir sewrod.com.

“Hingga sekarang belum ada permintaan ke kami. Banyak memang yang nanya soal isu ini (seword.com) ke saya. Kita nunggu pihak kepolisian, kalau belum ada permintaan, nanti kita blokir ternyata ada yang lagi ngumpulin digital evidence gimana,” kilah Pria yang akrab disapa Semmy itu.Menurutnya, kasus yang terjadi dengan seword.com berbeda dengan portal berbau konten radikal yang diblokir Kominfo.

“Kalau portal yang diblokir itu ada permintaan ke Kominfo, dan ingat yang dipermasalahkan itu konten ya. Mereka kalau take down itu konten, kita juga jalankan normalisasi. Nah, kalau seword.com kan sudah ada yang lapor ke polisi, baiknya yang lapor minta ke polisi untuk blokir, nanti polisi teruskan ke kami. Kita eksekusi,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend