Dituding Perintah Pembakaran Sekolah, Prabowo Laporkan Media

Gerindra Siap Usung Prabowo di Pilpres 2019, Netizen Sampaikan Dukungan

Foto: Istimewa

Tim Lembaga Advokasi Hukum Indonesia Raya Partai Gerindra melaporkan media tribungroup.com ke Bareskrim Polri, Sabtu (9/9) sore tadi. Media itu dilaporkan karena pemberitaan yang dianggap memfitnah ketua umum partainya, Prabowo Subianto terlibat aksi pembakaran sejumlah sekolah di Kalimantan Tengah.

Sekretaris Umum Tim Advokasi Partai Gerindra M Said Bakhrie mengatakan, laporan ini dibuat karena sebuah artikel berita bertajuk ‘Tidak Terima Dipecat Yansen Binti Ungkap Pembakaran Sekolah Perintah Prabowo’. Menurut dia, berita tersebut rekayasa dan bohong.

“Ini adalah berita yang direkayasa, dalam hal ini ingin memojokkan atau mematahkan perjuangan Pak Prabowo dan Partai Gerindra yang selama ini konsisten membela rakyat,” ujar Said di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (9/9) usai melakukan pelaporan.

Dia berharap, polisi segera menindaklanjuti laporan ini karena berita yang dimuat telah meresahkan masyarakat. Said juga optimis jika Bareskrim dapat mengusut kasus tersebut. “Dengan teknologi yang dimiliki oleh Bareskrim, kami yakin pelakunya bisa segera ditangkap,” ucap dia.

Sementara itu, Ketua DPD Gerindra Kalimantan Tengah (Kalteng), H Iwan Kurniawan angkat suara perihal ocehan bekas Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Yansen Binti.

Yansen yang kini menyandang status tersangka kasus pembakaran sekolah-sekolah di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, sebelumnya mencatut nama Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto sebagai aktor intelektual dibalik kasus yang membelitnya.

Kasus ini memang cukup ramai diperbincangkan netizen Indonesia, khusus pengguna twitter. Terlihat bahwa kasus ini kemudian digunakan oleh sementara pihak untuk mendiskreditkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto sebagai otak dibalik pelaku pembakaran. Seperti yang disampaikan oleh netizen berikut.

Netizen lainnya juga terlihat menuduh bahwa Prabowo adalah pihak yang melakukan perintah pembakaran sejumlah sekolah di Kalimantan Tengah.

Lebih jauh, Ketua Tim Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman menduga, portal tersebut bukan sebuah media resmi. Hal ini menjadi alasan pihaknya tidak melaporkan pada Dewan Pers. “Ini bukan pers kayaknya, ini sepertinya profesional memang ingin sekali memfitnah Pak Prabowo dan Gerindra, memang rekayasa yang sangat sistematis,” kata dia.

Laporan tersebut diterima polisi dengan nomor LP/915/IX/2017/Bareskrim tertanggal 9 September 2017. Dalam laporan tersebut, tribungroup.com dianggap melanggar Pasal 28 ayat 2 UU No 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend