DPR Akan Panggil BIN Soal Klaim Ahok Punya Rekaman Ma’ruf-SBY, Netizen Menyoal Konsekuensi Hukumnya

rekaman

(Sumber foto: akun twitter @posmetroinfo)

Wakil Ketua Umum DPP Partai Demokrat Nurhayati Ali Assegaf menilai Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahja Purnama alias Ahok sudah merasa sakti sehingga mudah mengumbar hawa nafsu. Ia juga menilai Ahok sudah bersikap sesuka-suka, semua dilawan dan dilecehkan.

Selain itu, Nurhayati juga menyoroti tudingan pengacara Ahok terkait adanya teleponan antara Kiai Ma’ruf dengan mantan Presiden SBY. “Kemudian mengatakan ada rekaman. Ini yang akan kita panggil BIN, kita tanyakan dari mana Ahok dapat rekaman. Kalau memang misalnya mereka merekam namanya itu ilegal dan itu bisa kena UU ITE,” ujar anggota Komisi I DPR ini, Rabu (1/2).

“Ini tanggung jawab siapa? Kok orang bisa suka-suka menyadap apa lagi yang disadap itu Presiden keenam Republik Indonesia (SBY),” lanjut Nurhayati.

Hemat dia, pemerintah dalam hal ini BIN harus hadir dan meluruskan apa yang sebenarnya terjadi. “Kok bisa itu dijadikan alat utuk mengancam Rais Aam PBNU (KH. Ma’ruf Amin). Inikan organisasi umat Islam yang begitu besar dan bersejarah. Untuk itu, pemerintah harus meluruskan dari mana Ahok mendapat yang dikatakan berita atau percakapan atau rekaman itu,” tukas Nurhayati.

(Baca juga: Kemurkaan Para Tokoh Atas Penghinaan Pada KH Ma’ruf Amin, Netizen: Ahok Musuh Umat Islam)

Sementara itu, terkait sikap Ahok pada Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah meminta maaf. Permintaan maaf Ahok ini termuat dalam pernyataan tertulis dengan judul ‘Klarifikasi dan Permohonan Maaf Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kepada KH Ma’ruf Amin, Rais Aam PBNU’. Surat ini juga ditandatangani oleh cagub DKI Jakarta tersebut.

“Saya meminta maaf kepada KH Ma’ruf Amin apabila terkesan memojokkan beliau, meskipun beliau dihadirkan kemarin oleh jaksa sebagai Ketua Umum MUI, saya mengakui beliau juga sesepuh NU. Dan saya menghormati beliau sebagai sesepuh NU, seperti halnya tokoh-tokoh lain di NU, Gus Dur, Gus Mus, tokoh-tokoh yang saya hormati dan panuti,” tulis Ahok dalam surat tersebut.

(Baca juga: Permintaan Maaf Ahok pada Ketua MUI Tuai Komentar Netizen)

Beragam respon pun ditunjukkan publik terkait DPR akan panggil BIN soal klaim Ahok punya rekaman Ma’ruf-SBY. Pantauan redaksi eveline, mendapati netizen ramai berkomentar. Salah seorang netizen bernama Yan Abu Sofyan nampak membeberkan kemungkinan konsekuensi hukum bagi Ahok.

“Konsekuensi Hukum ancaman Ahok kepada KH Ma’ruf Amin. Pengacara Ahok tidak berani melaporkan KH Ma’ruf Amin, karena ancaman Ahok tersebut memberikan dua konsekuensi hukum yang berat untuk Ahok: Jika Terbukti : Jika pernyataan Ahok benar punya bukti telepon maka Ahok terancam pasal penyadapan Pasal 56 UU Telekomunikasi ancaman penjara 15 tahun dan Pasal 47 UU ITE dengan ancaman penjara 10 tahun. Jika Tidak Terbukti : Kedua jika pernyataan Ahok tidak terbukti maka terancam pasal pengaduan palsu kepada penguasa Pasal 317 KUHP ancaman penjara maksimal 4 tahun. Kami tunggu ancaman Ahok. Source : Ustadz Irfan Noviandana”.

Selanjutnya, dua netizen lain terlihat menyampaikan sindiran terhadap Ahok. “tanpa ada “pelindung” mana mungkin dia seberani itu”, kicau netizen dengan akun @BrataRobinto. Sedang netizen dengan akun @rahmat_aliana, sebut, “mungkin benar kata lia Eden, Doi titisan kera sakti”.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend