Gerindra Bicara Soal Reklamasi Di Twitter, Netizen Beri Tanggapan

Gerindra

(Sumber foto: Akun Twitter Partai Gerindra)

Persoalan reklamasi hingga hari ini masih menimbulkan polemik. Keputusan dilanjutkannya  reklamasi  terus menuai kontroversi, salah satunya oleh partai Gerindra. Gerindra, tak hanya menyoal dampak yang ditimbulkan, juga mempertanyakan kembali  tujuan kepentingan terkait dua reklamasi oleh pemerintah.

“Reklamasi Teluk Jakarta & Teluk Benoa untuk kepentingan rakyat atau kepentingan segelintir para pemilik modal?” dikicaukan akun Twitter Partai Gerindra (@Gerindra).

Menurut Gerindra, demi rencana reklamasi di Teluk Benoa, Pemerintah dan investor selama ini selalu mengatakan di Teluk Benoa terjadi pendangkalan.  Akan tetapi solusi yang ditawarkan investor justru kontradiktif, jika Teluk Benoa terjadi pendangkalan maka yang perlu dilakukan adalah pengerukan bukan reklamasi Teluk Benoa dengan membuat pulau-pulau baru seluas 700 hektar.

Alih-alih dilakukan pengerukan, reklamasi di Teluk Benoa malah akan mendatangkan 40 juta meter kubik material baru dari luar Teluk Benoa yang justru menyebabkan pendangkalan permanen di Teluk Benoa.

Selain itu potensi masalah yang cukup beragam akan ditimbulkan jika reklamasi di kawasan perairan Teluk Benoa dipaksakan, seperti misalnya, Banjir, Hilangnya fungsi konservasi, rentan bencana, terumbu karang rusak, mengancam ekosistem mangrove, serta abrasi.  Tak ketinggalan  pula, akan terjadi pembangunan tak berimbang, tanah murah untuk investor, bahkan kebijakan pro investor asing.

Partai berlambang kepala burung garuda ini pun melanjutkan, begitu pun  reklamasi di Teluk Jakarta yang sangat dipaksakan dan sarat dengan pelanggaran. Padahal pada Juni 2016 lalu Pemerintah sudah memutuskan untuk membatalkan Reklamasi Pulau G di pantai utara Jakarta.

Namun setelah dilantiknya Menko Kemaritiman yang baru, mega proyek yang sarat dengan pelanggaran tersebut diputuskan untuk dilanjutkan. “Reklamasi itu pun sebenarnya sudah dinyatakan tidak layak dan merusak lingkungan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup No. 14 Tahun 2003 tentang Ketidaklayakan Rencana Reklamasi dan Revitalisasi Teluk Jakarta”, beber Partai Gerindra.

Pada akhirnya, reklamasi hanyalah proyek rakus kemaruk yang menguntungkan pengusaha properti semata. Reklamasi  disebutnya ibarat mimpi buruk poros Maritim. Di mana Indonesia sebagai Negara kepulauan tidak seharusnya direklamasi  menjadi Negara daratan.

“Indonesia; “Negara kelautan yang bertabur pulau-pulau”, namun Reklamasi menjadikannya negara daratan rekayasa dan pembohongan kelautan. Oleh karena itu Reklamasi adalah mimpi buruk poros maritim yang hanya akan menjadi omong kosong”.  demikian penilaian Partai Gerindra, sembari menyudahi kicauannya.

Pantauan redaksi eveline, mendapati  tanggapan netizen terkait Partai Gerindra bicara soal reklamasi di twitter. Berikut komentar netizen pada linimasa itu. “Kenapa harus reklamasi, wong masih banyak pulau yang kosong..”, tulis akun @DannyMyDear, memberi pendapat.

Selanjutnya, “Mengerikan’, tulis akun @AdlawiSamsudin, nampak sangat khawatir mengenai dampak kerusakan lingkungan akibat reklamasi. Sedang seorang netizen menyinggung soal harga property diatas pulau buatan yang sangat mahal, “yang jelas bukan pekerja biasa d Ibukota yg setiap hari susah payah menerjang macet untuk mencari nafkah”, sebut akun @FadliPhase, nampak mencoba mewakili suara rakyat.

Sementara itu, ada juga di antara netizen menyampaikan sindirannya. Misal akun @Chandra88lim, “apa kabar Sanusi kader dari gerindra,,,”. Sindir netizen ini soal Sanusi yang tersandung kasus reklamasi, yang adalah kader partai Gerindra.  Sedang netizen satunya menyebut, ‘semakin terang benderang saja .. Reklamasi untuk China”. Sindir akun @alifandri_di28, terkait tujuan reklamasi.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend