Ichsanuddin Noorsy Dipanggil Terkait Kasus Dugaan Makar, Netizen: Rezim Anti Kritik

Ichsanuddin Noorsy Dipanggil Terkait Kasus Dugaan Makar, Netizen: Rezim Anti Kritik

Sumber foto: rmol / detik

Satu per satu tokoh mulai kembali dipanggil pihak kepolisian terkait kasus dugaan makar. Kali ini bagian Ichsanuddin Noorsy yang dipanggil Polda Metro Jaya, Senin (9/1). Ekonom Indonesia ini akan dimintai keterangannya sebagai saksi dalam kasus yang melibatkan Sri Bintang Pamungkas tersebut.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Argo Yuwono, pemeriksaan Ichsanuddin ini untuk melengkapi berkas semua tersangka. Ia akan ditanya soal Rumah Amanat Rakyat, Jl Cut Nyak Dien Nomor 5, Menteng, Jakarta Pusat. Dikutip dari Detik, Ichsanuddin sendiri merupakan salah satu pembicara di Rumah Amanat Rakyat. Pihak kepolisian ingin mengetahui apa saja bahan pembicara pria botak tersebut.

Dipanggilnya Ichsanudding ini juga ramai mengundang komentar dari para pengguna media sosial twitter. Pengguna twitter tak habis pikir dengan langkah yang diambil pihak Polda Metro. “@detikcom ini negara apa? Yg kritik d tuduh makar. Negara mau melahirkan penjilat,” kicau pemilik akun twitter @satria_preda.

Pemilik akun twitter @tatoogar6789 menyebut rezim ini sebagai rezim anti kritik. “Rejim anti kritik maunya dipujapuji muluk?? @detikcom.”

Kicauan senada juga dilontarkan pengguna twitter dengan akun @Zahrafaiza. “@detikcom ya ampuuun..negri ini kritik dikit dituduh makar.zaman SBY mo pengamat kritik sepedas apapun tetap di terima.”

Ada juga pengguna twitter yang menyebut bahwa para saksi yang dipanggil hampir semua merupakan seorang pakar dalam bidang tertentu. “rata rata kasus makar nyangkut pakar semua..kiamat indoneisia udh dekat nie…” cuit akun @lazoerta.

Dikutip dari Detik, sejauh ini sudah ada delapan orang yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar antara lain Sri Bintang Pamungkas, Eko, Adityawarman, Kivlan Zein, Firza Huzein, Rachmawati Soekarnoputri, Ratna Sarumpaet dan Hatta Taliwang.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *