Jadi Tersangka E-KTP, Setya Novanto Disorot Netizen

Setya Novanto Dicegah Bepergian ke Luar Negeri Terkait Kasus E-KTP, Netizen Ramai Berkomentar

Sumber foto: Istimewa

Komitmen KPK dalam menuntaskan kasus E-KTP nampaknya tak setengah- setengah. Kabar terbaru, KPK telah menetapkan Ketua DPR RI, Setya Novanto sebagai tersangka.

Dikutip dari Jawa Pos, penetapan tersangka dilakukan, setelah tim penyidik menemukan dua alat bukti permulaan yang cukup, perihal dugaan keterlibatan politikus Partai Golkar tersebut dalam sengkarut kasus dugaan korupsi yang diduga merugikan keuangan negara senilai Rp 2,3 triliun.

Setnov dinilai bersama pihak lain terbukti turut serta memuluskan tahapan perencanaan, hingga pelaksanaan proyek e-KTP berjalan, sesuai dengan peran yang dipaparkan jaksa penuntut umum dalam dakwaan Irman dan Sugiharto.

Ditetapkannya Setnov sebagai tersangka kasus dugaan korupsi E-KTP oleh KPK ini membuat dirinya menjadi sorotan pengguna media sosial twitter. “Bernyanyilah setnov agar damai negeri ini, merdukan suaramu Nak… bebaskan negeri dengan nyanyianmu,” tulis pengguna twitter dengan akun @AspirasiKu1 yang menyindir Setnov.

Berbeda dengan komentar akun @ferrykotto yang menyebut nantinya Golkar akan mencari Ketum baru. “Nah… Ketua @Golkar5 kena, sesuai kabar malam, sebentar lagi akan ada ketua baru.”

Ada juga yang mengatakan penetapan tersangka pada Setnov ini merupakan pengalihan isu pemblokiran telegram. “Secara cepat isu #BlokirTelegram akan hilang diganti @sn_setyanovanto tersangka korupsi e-KTP. Lupa, ada PR membenahi regulasi blokir.” tulis akun @DamarJuniarto.

Fakta hukum lain yang mengaitkan keterlibatan Setnov, juga adanya  pertemuan antara Andi Agustinus alias Andi Narogong bersama terdakwa satu, yang menemui Setnov di lantai 12 Gedung DPR RI, guna memastikan dukungan Setnov terhadap penganggaran proyek e KTP.

Sebelumnya terkait sengkarut perkara ini, dalam surat dakwaan JPU KPK, Setya Novanto bersama-sama mantan Ketua Fraksi Demokrat Anas Urbaningrum, disebut-sebut merupakan pihak yang mengatur proses persetujuan anggaran proyek e-KTP di DPR.

Atas lobi-lobi yang dilakukan keduanya, jaksa menengarai Setnov dan Andi Narogong mendapat jatah 11 persen (Rp 574,2 miliar). Hal yang sama juga didapat Anas Urbaningrum dan Muhammad Nazaruddin, yakni sebesar 11 persen (Rp 574,2 miliar). Atas tuduhan ini, baik Setnov maupun Anas sudah membantahnya berkali-kali.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend