Jelang Kongres PDIP, 47% Netizen Pilih Jokowi sebagai Ketum

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan menggelar kongres 9-12 April 2015 di Nusa Dua Bali. Dirangkum dari berbagai sumber, salah satu tujuan dari pelaksanaan kongres PDIP di Nusa Dua Bali adalah untuk mengesahkan terpilihnya Megawati Sukarnoputri menjadi ketua umum. Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo yang juga fungsionaris PDIP, agenda kongres lainnya adalah menetapkan jabatan Sekjen yang sementara ini dijabat oleh Hasto Kristiyanto sebagai Plt.

Pantauan redaksi eveline.co.id selama 1-4 April 2015 pembicaraan di media sosial terkait gelaran kongres PDIP cukup tinggi. Jika dibandingkan dengan pembicaraan tentang kongres Partai Demokrat pada Mei 2015 mendatang, percakapan kongres PDIP lebih menarik karena adanya wacana Jokowi menjadi ketum PDIP. Jumlah percakapan tentang kongres PDIP minggu depan di media sosial twitter mencapai 4.852 kicauan.

Selain memperbincangkan rencana kongres yang akan dilakukan di Nusa Dua, pembicaraan terbesar netizen pengguna twitter adalah kemungkinan Megawati Sukarnoputri terpilih kembali secara aklamasi sebagai ketua umum. Sebanyak1.692  pembicaraan berkeyakinan bahwa Megawati akan terpilih sebagai ketum PDIP. Jika pembanding calon ketum PDIP hanya Joko Widodo, maka prosentase keyakinan terpilihnya Megawati setara dengan 53%.

Pembicaraan Kongres PDIP

Pembicaraan Kongres PDIP di Media Sosial Twitter

 

Walaupun disebut-sebut kongres PDIP di Nusa Dua bertujuan untuk mengesahkan kembali Megawati sebagai ketum, terdapat pembicaraan di media sosial twitter yang mendukung Joko Widodo sebagai ketum PDIP. Redaksi evello.co.id mencatat terdapat 1.431 pembicaraay yang mendukung jika Jokowi mengambil alih tampuk kepemimpinan di partai moncong putih tersebut. Prosentase jumlah dukungan tersebut setara dengan 47% share index. 

Alasan terbanyak netizen pendukung Jokowi adalah peran Jokowi dalam pemilu presiden 2014 dan sosoknya yang dianggap mampu mendulang suara. Pendukung Jokowi juga berkeyakinan bahwa Megawati sudah membuat PDIP solid sebagai partai papan atas di Indonesia, akan tetapi dibutuhkan penyegaran agar PDIP makin bertambah besar kedapannya.

Diluar pembicaraan tentang dukung mendukung terhadap calon ketua umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), terdapat pembicaraan bahwa PDIP adalah partai paling tidak demokratis jika pelaksanaan kongres hanya mengesahkan Mega sebagai ketum. Jumlah pembicaraan tersebut tidak besar, meskipun intensitas pembicaraan terus bergulir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend