Jelang Pilkada Serentak 2015, Netizen Waspada Adanya Politik Uang

Jelang Pilkada Serentak 2015, Netizen Waspada Adanya Politik Uang

Pilkada serentak untuk pertama kalinya akan selenggarakan di Indonesia pada hari Rabu, 9 Desember 2015 pekan depan. Pilkada serentak tahun ini akan dilaksanakan di 269 daerah diseluruh Indonesia, terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten, dan 36 kota. Di antara wilayah tersebut terdapat 15 daerah termasuk wilayah otonomi baru.

Namun dalam Pilkada serentak kali ini, ada beberapa hal yang baru. Pertama, hanya dilakukan satu putaran, maka secara otomatis kepala daerah akan terpilih saat itu juga. Kedua, rekapitulasi suara tak lagi dilakukan di tempat pemungutan suara (TPS) melainkan dilakukan di tingkat kecamatan, lalu hasilnya disalin ulang dan dijumlahkan di tingkat kabupaten/kota. Ketiga, ada kewajiban rekomendasi pimpinan pusat partai politik dalam pencalonan.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 4 – 6 Desember 2015. Dengan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System, redaksi eveline mendapatkan netizen memperbincangkan pelaksanaan pilkada serentak, sebanyak 20.498 kicauan.

Dikutip dari KPU.go.id, Husni Kamil Manik selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI dalam Rapat Koordinasi Persiapan Akhir Penyelenggaraan Pilkada serentak Tahun 2015 Minggu (6/12) di Ruang Sidang Utama Gedung KPU  mengatakan persiapan pelaksanaan pilkada serentak tahun 2015 telah mencapai 99 persen.

Beberapa indikator yang menjadi tolak ukur kesiapan tersebut antara lain, telah dilakukannya bimbingan teknis kepada penyelenggara sampai kepada tingkat Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), surat suara yang 100 persen sudah tercetak, telah selesainya penyediaan alat kelengkapan Tempat Pemungutan Suara (TPS) di seluruh daerah dan telah dibagikannya formulir C6 kepada pemilih.

Bawaslu dan Panwaslu sebagai institusi pengawas punya pekerjaan rumah (PR) besar dalam pilkada serentak yang akan digelar di tanggal 9 Desember mendatang. Pasalnya potensi kecurangan dalam pemilihan kepala daerah langsung itu masih sangat tinggi. Bahkan sebanyak 2.447 tweet menyebutkan hal tersebut.

Sementara itu, himbauan agar mewaspadai adanya politik uang dilayangkan netizen sebanyak 3.391 tweet. Hal ini senada dengan apa yang dikatakan Ketua Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz, agar masyarakat khususnya pada pemilih waspada terhadap kampanye terselubung pada masa tenang. Kampanye terselubung itu juga diperkirakan akan disertai politik uang untuk membeli suara.

Menjelang pelaksanaan Pilkada serentak yang akan dilaksanakan tiga hari kedepan, Polri menetapkan status siaga satu kepada aparatnya. Seluruh anggota polisi harus tetap berada di kesatuannya dan tidak boleh cuti. Manakala nantinya dibutuhkan untuk penebalan pasukan bila terjadi kejadian yang tak terduga, seluruh pasukan polisi harus siap ditugaskan mengamankan proses pilkada ini. Hal ini menjadi perhatian netizen sebanyak 1.186 kicauan.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend