Kembali Nomaden, PAN Ajak Kader Patungan Beli Kantor Baru

Pergantian kepengurusan partaipolitik tidak selamanya berjalan mulus. Perebutan jabatan sebagai ketua umum partai politik lebih sering diartikan sebagai usaha untuk menyingkirkan rival politik atau kubu yang dianggap berseberangan. Pergantian ketua umum Partai PAN tidak terkecuali dari adanya persaingan rival politik antara pengurus lama dan pengurus baru. Peralihan dari kepengurusan Hatta Rajasa kepada pengurus baru PAN, Zulkifli Hasan, ternyata tidak berlangsung mulus. PAN mengulang kembali ketika harus berpindah kantor DPP dari Rumah PAN yang terletak di Warung Buncit ke TB Simatupang.

Kabar bahwa Kantor DPP PAN tidak lagi dapat digunakan oleh pengurus DPP PAN menyeruak ke berbagai pemberitaan di media online setelah Hatta Rajasa menarik fungsionalitas gedung yang terletak di Jln TB Simatupang No 88 Jakarta Selatan. Alasan penarikan karena akan digunakan oleh anak Hatta Rajasa, Reza Rajasa untuk keperluan bisnis.

Pantauan redaksi eveline, dunia media sosial, khususnya twitter tidak lepas dari perbincangan kondisi PAN yang kembali harus mencari kantor baru. Catatan redaksi menemukan adanya 2.403 pembicaraan tentang pengurus baru DPP PAN yang tidak lagi dapat menggunakan kantor lamanya tersebut.

Tema pembicaraan lainnya yang muncul di media sosial twitter dan menarik untuk diperbincangkan adalah alasan penarikan kembali kantor DPP Partai Amanat Nasional (PAN). Jumlah pembicaraan sebesar 350 kicauan menyebutkan bahwa kantor DPP PAN akan digunakan oleh Reza Rajasa untuk keperluan bisnis. Sementara, pembicaraan tentang tanggapan Zulkifli Hasan sebagai ketua umum PAN atas penarikan kantor DPP PAN terbilang tidak besar. Sebanyak 180 kicauan menyebutkan bahwa kepengurusan PAN yang dipimpin oleh Zulkifli Hasan harus mencari kantor yang baru.

Perbincangan lainnya seputar penarikan kantor DPP PAN adalah tentang ajakan Yandri Susanto untuk membeli kantor DPP PAN. Yandri yang dikenal dekat dengan Zulkifli Hasan ini mengajak semua kader PAN patungan membeli kantor PAN yang baru. Jumlah pembicaraan mengenai ajakan dan himbauan Yandri Susanto ini menuai 453 perbincangan di media sosial twitter.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*