Ketika Tsamara PSI Berdebat Soal Kesuksesan KPK dengan Fahri Hamzah

Ketika Tsamara PSI Berdebat Soal Kesuksesan KPK dengan Fahri Hamzah

Sumber foto: wanita.me / detik

Perdebatan soal KPK nampaknya akan terus berlanjut. Belakangan perdebatan soal KPK melibatkan Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah dengan politisi Partai Solidaristas Indonesia, Tsamara Amany.

Semua berawal dari kicauan Fahri di media sosial twitter pribadinya @fahrihamzah yang mempertanyakan prestasi KPK. Pertanyaan Fahri ini berdasar pada OTT yang makin hari makin banyak diliput media. Makin banyaknya kasus korupsi inilah yang membuat Fahri bingung dimana letak suksesnya KPK.

Ketua DPP PSI, Tsamara Amany pun tak tinggal diam mengetahui kicauan Fahri tersebut. Tsamara berkicau lewat akun twitternya @TsamaraDKI bahwa ia merasa lucu dengan komentar Fahri yang menanyakan letak kesuksesan KPK.

Banyaknya pejabat dari tingkat bawah hingga pejabat terkenal yang ditangkap oleh KPK menurut Tsamara sudah menjadi bukti nyata kesuksesan KPK.

Menurut Tsamara, sejak KPK berdiri total 124 anggota DPR, 17 Gubernur dan 58 Walikota atau Bupati yang terjaring oleh KPK. Jumlah tersebut belum termasuk menteri, hakim, pimpinan lembaga tinggi negara, pejabat eselon, bahkan swasta.

Oleh karena itu, Tsamara menilai pertanyaan Fahri tersebut sangat mudah dijawab. Dimana letak kesuksesan KPK? Ya itulah letak kesuksesan KPK dimana sudah banyak pejabat yang terjaring operasi KPK.

Fahri pun membalas komentar dari Tsamara. Mantan politisi PKS itu beranggapan bila KPK sukses itu artinya kasus korupsi di Indonesia telah habis. “Kalau menurut saya sukses artinya ya koruptor habis..masalah selesai.. negara maju dan rakyat sejahtera..” jawab Fahri.

Seakan kurang puas dengan jawaban Fahri, Tsamara kemudian kembali membalasnya. “Memang Pak. Tapi bagaimana mau habis kalau gak ditangkapi? Bukankah menangkapi koruptor itu upaya menghabisi korupsi?” balas Tsamara.

Akhirnya, Fahri pun mengajak Tsamara untuk datang ke DPR RI dan disana ia akan mendapat penjelasan darinya. Mendapat ajakan dari Fahri ke DPRRI, Tsamara malah menjawab “Yg perlu bukan hanya saya. Tapi publik. Semua bingung kenapa wakil rakyat kami mau bubarkan lembaga yg sangat dipercaya rakyat?”

Diakhir debat, Fahri sempat menyentil Tsamara dengan menyebut partainya saat ini merupakan partai baru yang perlu dididik.

Ketika partai disebut sebagai partai baru, Tsamara pun mengalah. Ia mengakui bahwa partainya memang merupakan partai baru. Meski merupakan partai baru, Tsamara mengatakan bahwa perjuangan partainya untuk melawan korupsi tidak setengah- setengah.

Ditengah debat, Tsamara sendiri sempat menyindir Fahri. Ia mengatakan bahwa seharusnya Fahri lebih menyoroti kinerja DPR RI, lembaga dimana ia pimpin. Hal ini dikarenakan kinerja DPR RI yang disebutnya selalu berada dibawah target. Tsamara pun menyebut dari banyaknya UU yang jadi prioritas, hanya sedikit sekali yang terselesaikan di tangan DPR RI.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend