Ketum PSI Minta Hakim Sidang Ahok Diperiksa, Netizen Setuju

Ketum PSI Minta Hakim Sidang Ahok Diperiksa, Netizen Setuju

Sumber foto: republika / bbc

Vonis hukuman dua tahun penjara untuk Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok masih menjadi perdebatan hingga saat ini. Ketua Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie menyebut vonis untuk Ahok sendiri memperlihatkan bahwa keadilan di Indonesia sudah mati.

Untuk itu, partainya siap mendukung Ahok dalam mengajukan banding nantinya. Lebih lanjut, Grace mengatakan putusan hakim pada Ahok bisa disebut sebagai pembunuhan. Sebab, Jaksa tidak menuntut Ahok untuk penistaan agama. Majelis Hakim yang menyeret Ahok menjadi penista agama.

Ia bersama PSI pun mendesak Komisi Yudisial untuk memeriksa majelis hakim yang memberikan vonis pada Ahok. “Melakukan audit atas vonis yang kini menjadi pertanyaan banyak orang, termasuk para ahli hukum,” ucap Grace seperti dikutip Kompas, Rabu (10/5).

Grace yang meminta agar KY memeriksa majelis hakim yang menangani kasus Ahok pun juga ramai ditanggapi oleh para pengguna media sosial twitter. Pengguna twitter menyatakan setuju dengan gagasan Grace bersama PSI tersebut.

“Semangaaat sist @grace_nat perjuangkan yang benar, kami @psi_id akan terus berjuang bersama,” tulis pengguna twitter dengan akun @IndraSTVLiando.

Kicauan dukungan juga dilontarkan pemilik akun twitter akun @ekasariridho. “stuju hukum d indonesia ini harus adil tidak beda2 in suku agama keadilan hrs d tegakkn.”

Ada juga yang menyoroti peranan JPU pada sidang Ahok kemarin. “Mnding JPU dihapuskan ajalah dr sistem peradilan. Ngapain hrs ada JPU jk Hakim bs suka hati bhkn bertolak belakang dr tuntutan JPU,” kicau akun @TeriakanAnak.

Ahok didakwa melakukan penodaan agama lantaran mengutip Surat Al Maidah ayat 51, saat berpidato di Kepulauan Seribu pada 27 September 2016. Ahok didakwa dengan dua pasal alternatif, yakni Pasal 156a KUHP dan atau Pasal 156 KUHP.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend