Kritik Netizen Lewat Hashtag #SudahlahJokowi Gencar di Media Sosial Twitter

Hashtag #SudahlahJokowi Ramai di Medos – sumber foto: Istimewa

Ada yang menarik dari linimasa media sosial Twitter Indonesia hari ini, Selasa 30 Juni 2015. Sebuah hashtag #SudahlahJokowi ramai beredar dipakai ribuan netizen. Sesuai dengan nama hashtag tersebut, isi kicauan netizen yang menggunakannya pun tak lepas dari Presiden Indonesia ke 7, Joko Widodo alias Jokowi. Dari pantauan platform Evello Intelligent Tagging System, hingga pukul 13.15 WIB hari ini, hashtag ini sudah dipakai lebig dari 8.700 kali oleh netizen Indonesia.

Isi cuitan netizen mengguna hashtag ini macam-macam. Ada yang bicara tentang keluhan kinerja menteri. Ada yang mengkritik sosok Presiden Jokowi. Ada yang bicara soal maraknya pekerja asing asal China masuk ke Indonesia. Ada yang bicara soal pelanggaran wilayah kedaulatan RI oleh Malaysia yang terkesan diabaikan, hingga cuitan tidak nyambung dari para bot dan penjual online.

Bagaimana sebenarnya isi pembicaraan publik, khususnya netizen yang menggunakan hashag #SudahlahJokowi hingga menjadi trending topic ? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 30 Juni 2015 hingga pukul 13.15 WIB. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 8.744 tweet yang dicuitkan netizen Indonesia menggunakan hashtag tersebut. Jumlah ini sepertinya akan terus bertambah karena perbincangan netizen terpantau ramai dan hidup.

Dari pantauan Redaksi Eveline, isi perbincangan netizen yang menggunakan hashtag #SudahlahJokowi beragam fokusnya. Sebanyak 645 tweet menyoroti apa yang disebut sebagai ketidakmampuan Presiden Jokowi menangani persoalan bangsa. Hal ini terlihat dari mereka yang mencuitkan sindiran dan ungkapan satir bahwa Jokowi belum pantas menjadi Presiden.

Sebanyak 613 tweet menyoroti soal kondisi bangsa Indonesia, khususnya di bidang ekonomi, yang semakin memburuk. Netizen banyak menyebut soal naiknya harga barang dan jasa yang menjadi kebutuhan hidup masyarakat. Juga soal kenaikan BBM, tarif dasar listrik dan lain sebagainya. Mereka menyebut pemerintah Presiden Jokowi bertanggungjawab atas semua hal ini.

Terkait dengan kondisi ekonomi bangsa Indonesia, lewat 136 tweet netizen mendesak Presiden Jokowi melakukan evaluasi kinerja menteri-menteri ekonomi. Desakan ini mengarah pada wacana reshuffle kabinet yang belakangan marak disuarakan banyak pihak, khususnya partai dan DPR. Kekecewaan netizen atas memburuknya kondisi ekonomi ditandai PHK masal dan masuknya pekerja asing asal China disurakan lantang lewat 256 tweet.

Sementara itu, ada yang menarik dari cuitan netizen yang juga menggunakan hashtag #SudahlahJokowi ini. Di mana sebanyak 167 tweet menyebut kisruh dunia sepakbola yang dilatarbelakangi pertikaian PSSI dengan Menpora merupakan tanggung jawab Presiden Jokowi.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Send this to friend