Megawati Ingin Bubarkan KPK Jika Tidak Ada Korupsi, Netizen Sinis Menanggapi

Megawati Ingin KPK Dibubarkan – sumber foto: Istimewa

Saat menjadi pembicara kunci (keynote speaker) dalam Seminar Nasional Kebangsaan di Gedung DPR RI, Jakarta, pada Selasa 18 Agustus 2015 ini, mantan Presiden Megawati Soekarnoputri menyerukan pembubaran Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyebut KPK merupakan lembaga ad hoc (sementara) yang didirikan pada masa pemerintahannya, sehingga tak sepatutnya tetap ada setelah lebih dari satu dekade.

“Komisi yang sifatnya ad hoc ini harus diselesaikan, harus dibubarkan,” ujar Mega sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com Megawati sendiri mengeluarkan pernyataan ini dalam paparannya saat mengisi seminar bertema “Mengkaji Sistem Ketatanegaraan Indonesia Apakah Sudah Baik?” dalam peringatan Hari Konstitusi di Gedung Nusantara V, Kompleks Parlemen.

Pernyataan Megawati ternyata diamini kader PDIP yang sekaligus juga anggota Komisi III DPR RI, Masinton Pasaribu. Menurutnya, perlu ada kepastian berapa lama usia sebuah lembaga ad hoc seperti KPK. Sehingga saat sistem sudah berjalan, lembaga bersangkutan bisa dilikuidasi.

Namun, politisi PDIP ini kemudian menegaskan bahwa Ketua Umum PDIP Megawati tidak serta merta menginginkan pembubaran KPK segera. “Bukan dibubarkan sekarang, namun berapa lamanya (harus ditentukan) sampai membuat sistem, sekaligus penguatan sistem lagi. Titik tekan di situ, butuhnya sampai berapa lama,” tegas Masinton sebagaimana dikutip dari Okezone.com

Menanggapi keinginan mantan Presiden RI ke-5 soal pembubaran KPK, Pelaksana Tugas (Plt) Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi menyebut dirinya tidak yakin Megawati menginginkan pembubaran lembaga anti rasuah tersebut.

Meski mengaku belum mendengar langsung seperti apa pernyataan Megawati, Johan Budi menegaskan KPK harus tetap ada selama masih terjadi praktek korupsi di tanah air. “Tentu KPK tidak boleh dibubarkan karena korupsi masih marak dan korupsi adalah musuh besar bangsa ini,” tegas Johan.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas keinginan Megawati Soekarnoputri untuk membubarkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 18 Agustus 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 11.485 tweet membicarakan tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kinerjanya dalam memberantas korupsi di Indonesia. Mayoritas netizen menyatakan kepuasan dan dukungan terhadap kinerja KPK selama ini.

Terkait dengan pernyataan Megawati Soekarnoputri yang menyebut KPK sudah tidak lagi diperlukan, netizen membicarakannya sebanyak 2.439 tweet. Netizen nyatakan tidak setuju dengan pemikiran mantan Presiden RI ke-5 ini. Begitu juga dengan pernyataan Megawati bahwa KPK sebaiknya dibubarkan ditanggapi sinis netizen lewat 1.840 tweet. Netizen menyatakan tidak habis pikir dengan pernyataan Ketua Umum PDIP tersebut.

***

2 thoughts on “Megawati Ingin Bubarkan KPK Jika Tidak Ada Korupsi, Netizen Sinis Menanggapi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *