Muncul Ditranskrip Rekaman Freeport, Luhut Jadi Perbincangan Netizen

Nama Luhut muncul di transkrip percakapan SN dan Freeport – sumber foro : Istimewa

Pasca laporan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said ke Majelis Kehormatan Dewan (MKD) beberapa hari lalu mengenai pencatutan nama Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla. Kini beredar transkrip percakapan antara orang yang diduga Setya Novanto dengan petinggi Freeport. Bukti transkrip perbincangan tersebut telah diserahkan Sudirman Said kepada MKD.

Transkrip yang beredar berjumlah tiga lembar, berisi percakapan tiga orang yang diduga Setya Novanto (SN), pimpinan PT Freeport Maroef Sjamsoeddin (MS) dan seorang pengusaha berinisial R yang belum diketahui namanya.

Transkrip itu berasal dari pertemuan yang dihelat di sebuah hotel di kawasan Pacific Place 8 Juni 2015 lalu pada pukul 14.00 WIB hingga 16.00 WIB, dimana pertemuan tersebut adalah pertemuan ketiga. Dalam transkrip tersebut, terjadi pembahasan mengenai pembangunan smelter freeport, saham hingga proyek listrik.

Dari hasil pantauan di media sosial, khususnya Twitter. Redaksi eveline mendapati sebanyak 2.393 kicauan, memperbincangkan tentang rekaman percakapan pria diduga Setya Novanto dan Freeport . Pemantauan ini dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System pada periode 17 – 18 Nopember 2015.

Dalam salah satu bagian percakapan, orang berinisial R yakin segala urusan yang dititipkan ke presiden akan sukses. Selain itu SN juga merasa kunci kesuksesan soal Freeport ada pada dirinya dan Luhut Pandjaitan. Percakapan ditutup dengan rencana R menghubungi Luhut untuk memastikan Freeport sesuai target. Munculnya nama Luhut Binsar Pandjaitan dalam rekaman percakapan itu, menjadi perbincangan netizen. Terbukti sebanyak 1.867 kicauan menyebut hal ini.

Meskipun Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mengetahui isi rekaman pembicaraan anggota DPR bersama petinggi PT. Freeport Indonesia terkait hal perpanjangan kontrak kerjasama yang menyinggung nama Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan, mantan Gubernur DKI Jakarta itu tetap belum berencana memanggil mantan Kepala Staf Kepresidenan tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Luhut berencana menggelar konferensi pers untuk mengklarifikasi penyebutan namanya dalam transkrip tersebut. Rencana klarifikasi akan dilakukan Rabu besok, 18 Nopember 2015. Konferensi pers akan digelar setibanya dia dari Australia. Hal ini disebut netizen sebanyak 501 kicauan.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend