Natalius Pigai Minta Negara Lakukan Klarifikasi Soal Buku Jokowi Undercover, Begini Komentar Netizen

klarifikasi

(Sumber foto: akun twitter @GorontaloNews_/@rcbfm_malang)

Komisioner Komnas HAM, Natalius Pigai meminta negara melakukan klarifikasi resmi terkait kasus buku Jokowi Undercover lewat  tim independen. Menurutnya, pembentukan tim independen dan klarifikasi secara resmi dibutuhkan untuk mengembalikan citra Jokowi beserta keluarganya secara resmi.

“Tim independen terdiri dari berbagai ahli termasuk pihak universitas, ahli sejarah, pihak kesehatan, kepolisian, kejaksaan, komunitas intelijen (BIN, BAIS) untuk melakukan klarifikasi secara resmi,” kata Natalius Pigai, melalui pesan singkat, Kamis (5/1). Dihimpun dari republika.co.id.

Tim yang dibentuk tersebut, nantinya bertugas menelusuri fakta sejarah, mengumpulkan dokumen, termasuk data rahasia negara sebagai data sekunder, pengambilan data primer, serta melakukan penyelidikan ilmiah (scientivic investigation) melalui tes DNA. Adapun hasilnya bisa dibukukan serta diumumkan ke publik secara resmi. “Di saat proses belangsung Presiden Jokowi harus ditempatkan sebagai warga negara Indonesia yang diduga difitnah,” kata Natalius.

Namun, penilaian masyarakat atas adanya pelarangan terhadap karya cipta perlu menjadi perhatian luas. Sebab, terkesan ada kecenderungan penyalahgunaan kewenagan (abuse of power) melalui pengekangan kebebasan pendapat, pikiran dan perasaan serta pengekangan kebebasan ekspresi rakyat Indonesia yang telah diperjuangkan dengan nyawa dan darah sejak 18 tahun silam.

“Negara sebaiknya tidak memasuki ruang hak asasi individu yang telah melekat secara alamia, namun harus melakukan suatu upaya progresif dan profesional untuk menyatakan bahwa buku tersebut adalah salah,” kata Natalius menjelaskan.

Selain itu, Natalius berharap dengan adanya klarifikasi melalui tim independen ini, negara membantu menjernihkan pertanyaan publik, terkait identitas Presiden Joko Widodo yang masih dipersoalkan oleh banyak rakyat Indonesia. Terlebih, identitas tersebut dipersoalkan secara terus menerus sejak masa pencalonan hingga berada di singgasana kekuasaan. “Di mana beliau lahir dan dibesarkan, apakah di Sragen atau di Sriroto Boyolali? Siapa orang tua sesungguhnya? Lantas apakah memang ada hubungan dengan PKI di tahun 1950-an dan 1960-an?” ujar Natalius.

Penjernihan tersebut dirasa perlu, karena menurutnya kesangsian identitas bisa menjadi tutur (diskursus) sejarah dan berita kelam pada masa yang akan datang. Penjernihan tersebut juga menurutnya akan membantu dalam menjaga nama baik, wibawa serta harkat keluarga Jokowi di masa yang akan datang. “Pemerintah sebaiknya membantu keluarga Presiden Jokowi agar menjaga nama baik, wibawa serta harkat dan martabatnya tetap lestari di masa yang akan datang,” tandasnya.

Pantauan redaksi eveline, mendapati netizen berkomentar pro dan kontra atas pernyataan Komisioner Komnas HAM Natalius Pigai yang meminta Negara melakukan klarifikasi resmi soal buku Jokowi Undercover.  Berikut komentar netizen yang mendukung langkah Natalius Pigai pada linimasa twitter. “Kalau memang ada indikasi ke hal itu,segera di intevigasi pak winggai,komnas ham harus bertindak,,”, Kicau akun @margono486.

Selanjutnya, seorang netizen meminta awak media agar turut serta membantu. “@republikaonline @tempodotco @RadioElshinta @Metro_TV @detikcom @kompascom @liputan6dotcom @KontanNews ayo media2 bantu cari informasi…. biar jelas”, tulis akun @HeiYuliEko. Ada juga netizen yang sebut setiap pribadi harus memiliki data asal usul yang jelas, tak terkecuali presiden. “waah..jangankan untuk jadi presiden..untuk jadi pns atau pegawai saja harus jelas data pribadinya, asal usulnya,gmn toh?”. Dikicaukan akun @NIslamie.

Lebih jauh soal dukungan netizen, “Wajib tuh… Tp sekedar klarifikasi aja jg ga cukup. Hrs ada data pendukung (otentik) tiap pokoknya”, tulis akun @nemblas, sebut klarifikasi ini agar tak menjadi fitnah. Hingga seorang netizen terlihat tak habis fikir. “sy rakyat jelata aja ikut pusiiing mikirin berita ini, dan tdk bs membayangkan apa jadinya, bila ternyata benar”, tulis akun @keppydamay.

Tak semua netizen memberikan dukungan. Berikut  ragam komentar netizen lain yang tak setuju dengan pernyataan Natalius Pigai tersebut pada linimasa twitter. “bukankah BT melanggar ham krn sdh memasuki wilayah individu dgn menyebar fitnah ?…jgn dibolak-balik pak ?”, tulis akun @fremarcel, sebut penulis buku Jokowi Undercover melanggar HAM.

Ada pula netizen dengan akun @ImamSya54201135, komentar serupa, “udah difitnah disuruh klarifikasi…ini ga kebalik ?”. Bahkan seorang netizen menganggap klarifikasi ini terlambat. “emangnya dari dulu gak tau lahir dmana?siapa org tuanya?masa baru skrg baru minta diklarifikasi?#om kemana aje om”, tulis akun @hadiwidj1273. Hingga seorang netizen dengan akun @Jon19516598, anggap asal usul seseorang tidaklah terlalu penting. “emang nya sala buat Lo Jokowi mau lahir dimana. Org tuanya mau sapa. Tak ada urusan. Yg penting berkerja buat rakyat..”.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*