Netizen Bicara Sungai Epicentrum, Antara Ahok & Ridwan Kamil

Polemik Sungai Epicentrum – sumber foto: Istimewa

Beberapa hari ini, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ramai disorot publik soal prestasi pekerjaannya sselama menjabat orang nomor satu di ibukota. Para pendukung Ahok, yang dikenal sebagai Teman Ahok, aktif mengkampanyekan berbagai capai pria keturuan China asal Belitung Timur itu. Foto-foto dan cerita pembangunan di Jakarta banyak disebut sebagai prestasi Ahok.

Namun, tak disangka, ada satu yang disebut prestasi Ahok ternyata bukan hasil kerja sang Gubernur. Berawal dari Teman Ahok yang memposting foto-foto sungai Epicentrum yang berada di kompleks perkantoran dan hunian milik Grup Bakrie di kawasan Rasuna Said, Kuningan Jakarta Selatan.

Sungai yang mengalir di sana terlihat bersih, dengan ikan-ikan berenang dan jalur pejalan kaki yang nyaman di sepanjang pinggirnya. Nampak asri, jauh dari kesan kotor dan semrawut ala kawasan sungai di Jakarta pada umumnya. Teman Ahok bersangkutan mempostingnya di jejaring sosial Facebook, menyebutnya sebagai hasil kerja Gubernur Ahok dan jadilah pembicaraan viral netizen.

Banyak yang memuji namun tak sedikit yang kemudian mengkritik. Mereka menyebut sungai Epicentrum bukanlah hasil kerja Ahok, namun merupakan karya firma arsitektur milik Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Sebagaimana diketahui, sebelum menjadi walikota, pria yang akrab disapa Kang Emil ini dikenal luas sebagai arsitek dengan reputasi internasional. Dan sungai Epicentrum di kawasan Kuningan tersebut merupakan satu diantara banyak karyanya.

Ramailah medsos Indonesia soal ini. Pendukung Ahok mengklaim kerja sang Gubernur, netizen lainnya menyebut Kang Emil lah yang membuat. Tak sedikit netizen yang menyindir para pendukung Ahok karena asal comot dan asal klaim.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil nampaknya mengetahui soal ini. Lewat posting di akun twitter @ridwankamil pada 20 Oktober 2015, suami Atalia Praratya ini memberikan klarifikasi mengenai sungai Epicentrum. “Sungai Epicentrum di Rasuna itu hasil desain firma arsitek saya dkk utk Bakrieland 2007. Beres thn 2010an. *fakta,” sembari memposting foto rancangan dan hasil ahirnya.

Alih-alih mengapresiasi niat baik Ridwan Kamil mengklarifikasi soal sungai Epicentrum, Gubernur Ahok justru mengkritik pekerjaan Ridwan Kamil dan firma arsitekturnya tersebut. Ahok menyebut proyek itu bukanlah teknik pembersihan sungai, melainkan hanya agar aliran sungai yang mengalir di depan Epicentrum terlihat bersih.

“(Sungai) Epicentrum itu bukan (teknik) membersihkan sungai. Itu hanya bikin (teknik) tipuan, air kotor itu lewat di bawahnya dan air bersih di atasnya,” kata Ahok sebagaimana dikutip dari Kompas.com

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas polemik sungai Epicentrum antara pendukung dan penentang Gubernur Ahok? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 20 – 21 Oktober 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Sebanyak 1.769 tweet membicarakan tentang sungai Epicentrum yang bersih, indah dan nyaman, beda dengan banyak sungai lainnya di Jakarta.

Para pendukung Ahok menyebut sungai Epicentrum sebagai hasil kerja sang Gubernur. Lewat 568 tweet, mereka mencuitkan klaim tersebut sambil memujinya sebagai prestasi Ahok. Sebaliknya, banyak netizen lain yang mencoba meluruskan hal tersebut dengan menyebut fakta bahwa sungai Epicentrum merupakan hasil kerja Ridwan Kamil dan firma arsitekturnya. Hal ini diungkapkan netizen lewat cuitan sebanyak 782 tweet.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*