Netizen Bicarakan Din Syamsudin Tolak Hari Santri Nasional

Din Syamsudin Tolak Hari Santri Nasional – sumber foto: Istimewa

Mengikuti langkah Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir yang sebelumnya diberitakan menolak penetapan Hari Santri Nasional oleh Presiden Joko Widodo, mantan Ketua Umum Muhammadiyah, yang sekarang menjabat Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsudin menyatakan penolakan terhadap Hari Santri Nasional.

Senada dengan Haedar, Din menyebut penetapan Hari Santri bisa menyebabkan menguatnya dikotomi santri dan nonsantri, yang kedepannya dikhawatirkan memicu perpecahan bangsa. Penetapan Hari Santri Nasional yang dilandaskan pada resolusi jihad yang dicanangkan pendiri Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Asyari pada 22 Oktober 1945 di Surabaya juga dipandang Din Syamsudin mereduksi makna jihad yang lain, seperti jihad ekonomi, ilmu pengetahuan dan sebagainya.

Lebih lanjut, Din Syamsudin menyebut jika perlu ditetapkan, Hari Santri Nasional sebaiknya diubah tanggalnya. Dia juga akan menyurati Presiden Joko Widodo terkait dengan hal ini.

“Kalau terpaksa harus ada Hari Santri, mungkin bisa dicari tanggal lain. Hari Santri dengan inti kesantrian bisa dikaitkan dengan Pancasila, khususnya Sila Pertama. Dalam hal ini, kesantrian adalah buah pengamalam Ketuhanan Yang Maha Esa,” ungkap Din Syamsudin sebagaimana dikutip dari Tempo.co

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas penolakan mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsudin terhadap penetapan Hari Santri Nasional? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 18 – 19 Oktober 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Sebanyak 1.458 tweet membicarakan tentang penolakan Din Syamsudin terhadap penetapan Hari Santri Nasional.

Netizen menyebut, alasan Din Syamsudin menolak Hari Santri Nasional karena dikhawatirkan bisa mengganggu persatuan bangsa. Hal ini diungkapkan netizen lewat 743 tweet. Sementara itu, sebanyak 324 tweet menyebut penetapan Hari Santri Nasional dipandang Din bisa menyebabkan menguatnya dikotomi antara santri dan nonsantri.

Lebih lanjut, sebanyak 153 tweet dicuitkan netizen yang menyebut Din Syamsudin akan mengirimkan surat protes kepada Presiden Joko Widodo.

***

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend