Netizen Ramai Bicarakan Pilkada Serentak Lewat #Pilkada2015

Netizen Ramai Bicarakan Pilkada Serentak Lewat #Pilkada2015

Hari ini Rabu, 9 Desember 2015, Indonesia mengadakan Pilkada Serentak, dimana masyarakat bebas memilih memilih pemimpin kota dan kabupaten. Kecerdasan dan ketelitian rakyat dalam memilih pemimpin bangsa ini sangat penting sekali untuk diutamakan, karena suara rakyat menentukan masa depan bangsa kita.

Pilkada kali ini berlangsung dengan tahapan pemilihan dan hari pencoblosan yang bersamaan untuk 269 pemilihan kepala daerah, yang terdiri dari 9 tingkat provinsi pemilihan gubernur, 30 kota pemilihan wali kota dan 224 kabupaten pemilihan bupati.

Seluruh 269 pemilihan kepala daerah itu berlangsung di 32 dari 34 provinsi Republik Indonesia. Hanya dua provinsi yang tak ikut menyelenggarakan Pilkada 2015. Keduanya kebetulan daerah khusus, yakni DKI Jakarta, dan Nangroe Aceh Darussalam.

Dari hasil pantauan di media sosial, khususnya Twitter. Redaksi eveline mendapati sebanyak 70.747 tweet, memperbincangkan tentang Pilkada Serentak 2015. Pemantauan ini dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System pada periode 9 Desember 2015.

Antusias netizen dalam menyambut Pilkada Serentak gelombang pertama kali ini, dicurahkan melalui hashtag #Pilkada2015. Melalui hashtag tersebut netizen mengekspresikan menggunakan hak pilihnya, mengunggah foto dengan jari kelingking yang telah tercelup tinta, dan mengajak para pemilih lain untuk menggunakan hak pilihnya. Melalui hashtag #Pilkada2015 juga netizen memperbincangkan Pilkada Serentak sebanyak 30.232 kicauan.

Lebih lanjut, sebanyak 4.985 kicauan netizen Indonesia, memperbincangkan mengenai pelaksanaan jalannya Pilkada ini. Perlu kita ketahui bersama bahwa, lima daerah yang rencananya akan melakukan pemilihan kepala daerah serentak dipastikan batal. Komisi Pemilihan Umum memutuskan untuk menunda pilkada hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Untuk menjaga ketertiban dalam pelaksanaan Pilkada, Mabes Polri menerjunkan 140 ribu personel di seluruh wilayah yang menggelar pilkada serentak ini. Dikutip dari BBC.com juru bicara Mabes Polri, Kombes Suharsono, mengatakan beberapa daerah dianggap rawan konflik dalam pilkada antara lain, di Sumatera Utara, Jawa Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua.

Sementara itu, Mabes Polri menyampaikan setidaknya enam faktor yang berpotensi menjadi sumber konflik dalam pilkada serentak, antara lain riwayat konflik di daerah, kepengurusan ganda partai politik, dan penyelenggara pemilu yang berpihak. Potensi konflik yang mungkin dapat terjadi pada Pilkada serentak kali ini, mendapat perhatian netizen sebanyak 2.199 kicauan.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend