Netizen Soroti Muhammadiyah Tolak Hari Santri Nasional

Muhammadiyah Tolak Hari Santri Nasional – sumber foto: Istimewa

Rencana penetapan Hari Santri Nasional pada 22 Oktober 2015 mendatang mendapat tentangan dari ormas Islam terbesar kedua di Indonesia, Muhammadiyah. Hari Santri Nasional sendiri merupakan inisiatif Nahdlatul Ulama (NU) sebagai peringatan terhadap perjuangan umat Islam di masa kemerdekaan dan sejauh ini pemerintah, melalui Kementerian Agama tengah memproses administrasi penetapannya.

Penolakan penetapan Hari Santri Nasional oleh Muhammadiyah ini cukup mengejutkan, salah satunya karena dinyatakan kurang dari seminggu menjelang penetapannya. Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyebut organisasinya menolak Hari Santri Nasional pada acara anwir II Nasyatul Aisyiyah di Bandung, Kamis, 15 Oktober 2015 kemarin.

Nashir menyebut Hari Santri Nasional justru akan mengukuhkan kategorisasi di kalangan umat Islam, dan Muhammadiyah menolak hal tersebut. Pihaknya juga tengah menyiapkan surat penolakan untuk dikirimkan kepada pemerintah, khususnya Presiden Joko Widodo.

“Semangat Muhammadiyah itu semangat ukhuwah yang lebih luas di tubuh umat Islam, agar umat utuh, tidak terkotak-kotak pada kategorisasi santri dan non-santri,” ungkap Haedar Nashir sebagaimana dikutip dari Tempo.co

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas penolakan Muhammadiyah terhadap penetapan Hari Santri Nasional? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 15 – 16 Oktober 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Sebanyak 4.518 tweet membicarakan tentang rencana penetapan Hari Santri Nasional oleh pemerintah. Mayoritas netizen menyambut positif hal tersebut.

Sebanyak 928 tweet menyebut bahwa Muhammadiyah menolak penetapan Hari Santri Nasional. Netizen yang mencuitkan hal ini lanjut mempertanyakan maksud ormas Muhammadiyah menolak penetapan tersebut.

Menurut netizen, alasa Muhammadiyah untuk menolak Hari Santri Nasional karena dianggap mengkotak-kotakkan umat Islam tidaklah benar. Penolakan ini disampaikan netizen lewat 521 tweet. Netizen lebih lanjut menyebut penetapan Hari Santri Nasional bukan berarti ada pembedaan antara santri dan non-santri. Hal ini dinyatakan netizen lewat 241 tweet.

***

3 thoughts on “Netizen Soroti Muhammadiyah Tolak Hari Santri Nasional

  1. Izul Fikri

    Menurut saya Peringatan Hari Santri Nasional sudah sangat Baik. Saya sangat memberikan apresiasi yg sangat Tinggi kepada President RI dan Menteri Agama, dan kepada Kader NU yg telah memperjuangkan agar Hari SAntri Nasional diperingati di Negara ini. Bagi mereka yg menolak ya Silahkan saja, ini kan Negara Demokrasi. Tp lebih d pahami lg apa maksud dan Tujuan HSN itu diperingati.
    Kami sebagai warga NU sangat mendukung Peringatan Hari Santri Nasional Tanggal 22 OKtober 2015.

    Reply
  2. Ra popo

    Aku kaum abangan, bukan santri, tapi yo rapopo… Wong yang bajunya santri juga ndak semuanya baik, wong yang namanya kaum abangan juga ndak semuanya jahat.
    Aku bukan orang Muhammadiyah, aku juga bukan orang NU… Bagiku mau dijadikan hari santri kek, mau ndak dijadikan hari santri kek, mbok biarin pemerintah latihan mikiiiiiir…mana yang lebih penting, mana yang lebih mendesak…

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend