Netizen Soroti Perusahaan China dan Malaysia Pembakar Hutan

Perusahaan China dan Malaysia Pembakar Hutan – sumber foto: Istimewa

Tekad pemerintah untuk menyelesaikan bencana kabut asap nampaknya bukan main-main. Selain terus berupaya melakukan pemadaman kebakaran hutan dengan mendatangkan bantuan dari negera-negara asing, pemerintah melalui Kepolisian Republik Indonesia juga serius memproses hukum para pelaku pembakar hutan, baik perorangan maupun perusahaan.

Dalam jumpa pers di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin 12 Oktober 2015 tadi, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti memaparkan proses hukum yang ditangani institusinya. Terdapat 244 laporan pembakaran hutan dan lahan yang ditangani 6 Polda.

“Ada 244 laporan tindak pidana pembakaran hutan dan lahan dari 6 Polda, yakni Sumsel, Riau, Jambi, Kalteng, Kalbar, dan Kalsel. Kemudian yang masih penyelidikan 26, sisanya penyidikan 218. Dari total itu, 113 penyidikan perorangan, 48 perusahaan, dan 57 sudah P21 (berkas lengkap),” jelas Kapolri sebagaimana dikutip dari Liputan6.com

Terkait dengan tersangka pelaku pembakaran, Kapolri menyebut total ada 2‎21 perusahaan dan perorangan yang disidik kepolisian. “Untuk korporasi ada 12 perusahaan yang jadi tersangka, dan 209 perorangan,” papar Jenderal Badrodin Haiti.

Lebih lanjut, Kapolri menyebut dari 12 perusahaan, 2 di antaranya merupakan milik asing, yaitu investor China dan Malaysia. “Perusahaan yang jadi tersangka ada yang dalam negeri ada yang investor asing.‎ Asing ada dari Malaysia dan China. Kalau Singapura masih dalam penyelidikan,” tambah Kapolri.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas penjelasan Kapolri mengenai keterlibatan perusahaan China dan Malaysia dalam pembakaran hutan yang menyebabkan bencana kabut asap? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 11 – 12 Oktober 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Sebanyak 4.303 tweet membicarakan tentang upaya penindakan para pelaku pembakaran hutan di pulau Sumatera dan Kalimantan yang menyebabkan bencana kabut asap.

Netizen menyoroti laporan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti tentang temuan 2 perusahaan asing milik investor China dan Malaysia yang terlibat pembakaran hutan. Netizen nyatakan kecamannya atas keterlibatan asing dalam pembakaran hutan yang menyebabkan bencana kabut asap ini. Hal tersebut dinyataan lewat 3.036 tweet.

Lebih lanjut, netizen nyatakan dukungan kepada pemerintah dan Kepolisian Republik Indonesia untuk menindak tegas para pelaku pembakaran hutan. Menurut netizen, perbuatan tersebut tidak bisa dibiarkan dan pantas dihukum berat. Dukungan ini ditegaskan netizen lewat cuitan sebanyak 1.194 tweet.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend