Penulis Buku ‘Jokowi Undercover’, Bambang Tri Akhirnya Dilaporkan, Netizen: Pasti Seru

Bambang Tri

(Sumber foto: Merdeka.com/Hallo Indo)

Bambang Tri, penulis buku ‘Jokowi Undercover’, diketahui telah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Bambang dilaporkan oleh kuasa hukum Michael Bimo selaku pihak yang merasa difitnah atas dua hal yang prinsip dalam bukunya itu.

“Dalam bukunya itu ada dua hal yang prinsip bahwa Pak Bimo disebut satu keturunan dengan Pak Jokowi (Presiden RI). Disebutkan bahwa silsilah keluarga klien saya berasal dari PKI. Padahal bapaknya klien saya seorang pegawai negeri dan kakeknya dimakamkan di Taman Makam Pahlawan,” ungkap kuasa hukum Michael Bimo, Lina Novita saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (25/12/2016).

Dia juga mengirimkan foto yang disebut merupakan potongan isi dari buku ‘Jokowi Undercover’. Di situ tertulis bahwa Michael Bimo memiliki hubungan darah dengan Jokowi. Tertulis pula bahwa Jokowi bukan anak kandung dari Ibu Sudjiatmi.

“Saya tegaskan bahwa isi buku Jokowi Undercover adalah tidak benar dan fitnah yang mana sangat merugikan bangsa Indonesia pada umumnya, mengingat tuduhan-tuduhan di buku tersebut terkait dengan komunisme dan tuduhan lain yang bersifat pribadi sangat menimbulkan permusuhan di antara sesama anak bangsa,” tutur Lina.

Buku tersebut memiliki tebal 400 halaman dan disebut Lina tak ada konfirmasi kepada kliennya. “Kalau kita lihat ini cukup unik, buku ini memiliki ketebalan 400 halaman dan dicetak dalam jumlah besar. Mencetak buku setebal itu bukan biaya yang murah, apalagi sejumlah untuk diperjualbelikan. Jadi kami laporkan supaya hal-hal seperti ini tidak menyebar dan menjadi fitnah,” ujar Lina.

Lina menyebut buku yang ditulis Bambang Tri dijual bebas bagi yang memesan. Pemesanan dilakukan lewat akun facebook milik Bambang Tri. Lina berharap polisi segera melakukan proses hukum terhadap Bambang Tri. Selain merugikan kliennya, buku tersebut dinilai telah mencemarkan nama baik keluarga besar Michael Bimo.

Kuasa hukum Michael Bimo membuat laporan ke Bareskrim Polri semalam (24/12) dengan nomor: LP/1272/XII/2016/Bareskrim. Bambang Tri dilaporkan atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan atau fitnah.

Sementara sebelumnya, beredar video pernyataan Bambang Tri yang ‘aneh’ karena meminta dirinya untuk segera ditangkap terkait penulisan buku tersebut. Bambang pun berharap dengan penangkapan dirinya, ia bisa membuktikan kebenaran tulisannya selama ini.

Pantauan redaksi eveline, mendapati  netizen berkomentar pada linimasa twitter, terkait penulis buku “Jokowi Undercover”, Bambang Tri akhirnya dilaporkan ke Bareskrim Polri. “Uihh setuju nih biar jelas semua permasalahan”, tulis netizen dengan akun @cak_umbang,  terlihat girang atas karena penangkapan tersebut.

Selanjutnya, netizen dengan akun @aseppgd menulis singkat, “Pasti seru ”.  Netizen ini berharap akan mengetahui lebih jauh dibalik penulisan buku oleh Bambang Tri itu. “Kalau ingin tahu apa gunanya rumah sakit jiwa, intiplah Facebook penulis buku Jokowi Undercover”, tulis @ulinyusron menyindir.

Kicau netizen itu, lantas ditanggapi keras netizen lain dengan akun @Kangsyam78, “kalo kamu yakin bambang tri itu sakit jiwa, kenapa harus dilaporkan polisi tol?”. Sedang netizen lain menulis, “kalau kebebasan berpendapat semakin terkoyak karena mekanisme Hukum dgn Nurani yg berbeda. Jadi apa Indonesia ku’. Dikicaukan akun @KyaiMblebes, berharap agar pendapat Bambang Tri dalam bukunya itu dapat dihargai dengan dibuktikan terlebih dahulu sebelum diseret ke ranah hukum.

Meski demikian, ada pula netizen yang menyayangkan sikap Bambang Tri, “sangat disayangkan memang, bambang tri selalu memijokkan dan menghina jokowi baik secara pribadi maypun sebagai presiden”, tulis akun @Nasrun1608.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Send this to friend