Penyidik KPK Diteror Bom, Dukungan Pegang Senjata Api Menguat

Seorang Penyidik KPK bernama Apip Julian Miftah diduga mengalami teror pada Minggu (5/7) malam, kediaman Apip di bilangan Cikunir, Bekasi ditemukan benda berupa kotak yang berisi lilitan kabel yang ditemukan di depan pagar rumah yang diduga bom. Apip langsung melaporkan kejadian ini ke Kepolisian Sektor (Polsek) terdekat.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Gegana Polda Metro Jaya, ternyata benda mencurigakan itu bukan merupakan alat peledak bom. Benda tersebut sengaja didesain pelaku untuk menimbulkan keresahan dan ketakutan kepada korban dan keluarga. Tidak hanya itu pihak kepolisian juga melakukan penyelidikan lebih lanjut, dengan memeriksa CCTV yang terpasang di rumah Apip.

Pasca teror bom tersebut, kediaman penyidik KPK ini dijaga ketat. Bahkan, aparat kepolisian membangun tenda berukuran 2×2 meter persegi untuk tempat siaga para anggota Kepolisian Resort Bekasi, serta beberapa petugas sekuriti dan penyidik KPK.

PLT pimpinan KPK Johan Budi turut angkat bicara mengenai hal ini, dia meminta agar kejadian tersebut tidak dikaitkan dengan penanganan perkara tindak pidana korupsi di KPK. Dia akui, bahwa Apip saat ini memang tengah menangani sekita 5 – 6 perkara tindak pidana korupsi. Dan sampai sejauh ini, belum diketahui apa motif dari teror tersebut.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas teror yang dialami penyidik KPK ini? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 6 – 7 Juli 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 15.654 tweet memperbincangkan tentang penyidik KPK. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.468 tweet menyebut aksi teror Bom terhadap Penyidik KPK.

Sementara itu, sebanyak 2.849 tweet membicarakan mengenai respon Polisi dalam melakukan penyelidikan terhadap aksi teror bom yang terjadi pada Minggu, 5 Juli lalu. Pihak kepolisian berjanji akan selidiki kasus ini sampai tuntas. Lebih lanjut, Kepolisian Daerah Metro Jaya membentuk tim khusus setelah teror bom yang dialami penyidik KPK di daerah Bekasi Selatan, Kota Bekasi. Polda Metro Jaya juga berencana melibatkan Densus 88 Polri untuk membantu Polres Bekasi Kota dalam penyelidikan. Atas dibentuknya tim khusus dalam penanganan kasus ini, netizen memberikan dukungannya lewat cuitan di linimasa twitter sebanyak 1.209 tweet.

Netizen lewat 349 tweet menyebut penyidik KPK yang mengalami teror bom bernama Apip Julian Miftah. Teror yang dialami Apip bukan kali pertama, sebelumnya Apip diteror berupa penggebosan ban mobil milik korban dengan cara ditusuk menggunakan pisau sebanyak 8 kali hingga bocor. dan mobil korban disiram menggunakan air keras di bagian depannya. Pasca kejadian ini, diharapkan agar para penyidik KPK bisa dilengkapi senjata api berupa pistol yang diperlukan penyidik dari ancaman yang membahayakan dirinya. Hal ini mendapat dukungan Netizen sebanyak 985 tweet.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend