Pilkada DKI 2017, PKS dan Ridwan Kamil Jadi Perbincangan Media Sosial

Pilkada DKI 2017, PKS dan Ridwan Kamil Jadi Perbincangan Media Sosial

Memasuki tahun 2016, perbincangan tentang Pilkada DKI 2017 semakin marak. Tepatnya tahun depan, DKI Jakarta akan menyelenggarakan kembali pemilihan kepala daerah yakni gubernur DKI. Sangat dinanti siapa lawan dari Gubernur DKI Jakarta saat ini, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), yang akan bertarung di pilkada tahun depan.

Salah satu figur yang disebut – sebut bakal menjadi lawan Ahok di Pilkada DKI 2017 adalah Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Kabarnya, Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, sudah dihubungi Partai Gerindra terkait Pilkada DKI 2017. Itu terlihat dari adanya nama Emil dalam salah satu dari delapan nama bursa calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung oleh Gerindra.

Delapan nama bursa calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung Gerindra tersebut adalah Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani, Wakil Ketua Dewan Pembina Sandiaga Uno, Anggota DPR RI Biem Benjamin, Anggota DPRD DKI Mohamad Sanusi, Ketua DPD DKI Mohamad Taufik, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, Sekretaris DKI Saefullah, dan mantan Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin.

Dikutip dari Kompas, ketua DPD DKI Gerindra, M. Taufik, menyebut bahwa Ridwan Kamil sudah diberi kabar soal namanya yang disebut- sebut akan maju mewakili Gerindra. Belum ada jawaban langsung dari Ridwan Kamil. Bulan Maret atau April, Ridwan Kamil akan ditanya kembali terkait hal tersebut.

Selain Ridwan Kamil, PKS juga menjadi bahan perbincangan Pilkada DKI 2017 beberapa hari terakhir ini. Beredar kabar, PKS sedang melakukan pendekatan pada beberapa partai politik untuk diajak berkoalisi dalam Pilkada DKI 2017. Tak hanya partai dalam koalisi KMP, PKS juga tak memungkiri akan mengajak partai KIH untuk berkoalisi. Hal ini dilakukan PKS dengan tujuan agar mendapatkan calon terbaik untuk maju dalam pilkada esok.

Pengumuman mengenai dengan partai mana PKS akan berkoalisi akan dilakukan bersamaan dengan pengumuman kandidat cagub dan cawagubnya. Semuanya akan ditentukan oleh Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKS DKI.

Pantauan redaksi Eveline pada 2-4 Januari 2016 di media sosial twitter, mendapati sebanyak 1.391 tweet membicarakan Pilkada DKI 2017. Puncak perbincangan terjadi pada 3 Januari dengan jumlah kicauan mencapai 1.234 tweet. Salah satu akun yang berkomentar tentang Pilkada DKI 2017 adalah akun @dimasprakbar. “Tapi mulai tahun 2016, prediksi saya sosmed kembali memanas krn menjelang pilkada DKI 2017. Bahkan lbh panas dibanding pilpres 2014”. Beda lagi dengan tweet dari akun @subro5s. “#KonsolidasiPKSDKI akan menyiapkan dua agenda penting, yaitu Pilkada DKI 2017 dan Pileg/pilpres 2019”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend