Presiden Jokowi Kebingungan Disebut Seorang Diktator, Ini Dia Reaksi Netizen

Presiden Jokowi Kebingungan Disebut Seorang Diktator, Ini Dia Reaksi Netizen

Sumber foto: merdeka / kompasiana

Penegakan hukum di Indonesia beberapa waktu lalu memang sempat membuat pemerintah dalam sorotan publik. Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa tidak ada kekuasaan absolut atau otoriter di Indonesia.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu kini malah kebingungan. Dahulu ia mengatakan banyak pihak yang menyebutnya klemar-klemer atau dirasa kurang tegas dalam menangani permasalahan di Indonesia. Namun, ketika Jokowi menegakan hukum, kini dirinya malah disebut- sebut sebagai seorang diktator.

“Awal-awal kan banyak yang menyampaikan, saya Presiden ‘ndeso‘, Presiden tidak tegas, klemar-klemer,” ujar Jokowi. “Eh begitu kami menegakkan undang-undang, malah balik lagi. Loncat menjadi otoriter, diktator. Yang benar yang mana? Yang klemar-klemer, yang ndeso atau yang diktator dan otoriter?” keluh Jokowi.

Jokowi yang bingung kepada isu yang menyebutnya seorang yang diktator ini pun ramai mendapat tanggapan dari para pengguna media sosial, khususnya twitter.

“Tentu Jokowi yg paling bergaya diktator. Ulama dan Aktivis dikriminalisasi seenak jidatnya.” tulis pengguna twitter dengan akun @SiBonekaKayu yang menyebut Jokowi memang seorang diktator karena melakukan kriminalisasi terhadap ulama dan aktivis.

Politisi kawakan, Ruhut Sitompul pun salut dengan Jokowi yang menanggapi isu bahwa dirinya seorang diktator. “JOKOWI dgn santai & berseloroh mengatakan “Wajah begini dibilang Diktator”, salut pernyataan Presiden RI Ke 7 yg terus Melayani Rakyatnya.” kicau Ruhut lewat akun pribadinya @ruhutsitompul.

Ada juga pengguna twitter yang menyebut pihak- pihak yang menganggap Jokowi seorang diktator sudah sakit jiwa. “Udah kayak budak… Majikan buat isu Jokowi Diktator, maka mereka semua secara berjamaah ikut menyebarkan isu Jokowi Diktator. #SakitJiwa,” tulis akun @TeddyGusnaidi.

Dikutip dari Kompas, Jokowi sekali lagi menegaskan bahwa konstitusi di Indonesia tidak memungkinkan terwujudnya kekuasaan absolut atau pemimpin otoriter.

Indonesia memiliki lembaga formal yang memiliki peran sendiri-sendiri. Ada lembaga yang memang berfungsi mengawasi serta  mengontrol, ada pula lembaga yang berfungsi mengeksekusi program. Selain itu, ada pula lembaga non formal yang ikut mengawasi tata laksana pemerintahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend