Pro dan Kontra Kembalinya Keluarga Cendana ke Partai Golkar

Kisruh dualisme kepengurusan partai Golkar nampaknya tidak akan berakhir dengan mudah. Paska putusan sela pengadilan PTUN terhadap SK Kepengurusan yang dikeluarkan oleh Menkumham dan usaha islah belum menemukan titik terang. Kedua kubu, baik Golkar hasil Munas Bali dan Munas Ancol masih sama-sama bertarung mencari keadilan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Bahkan, Golkar hasil Munas Ancol dengan ketua umum Agung Laksono dan Sekjen Zainuddin Amali sudah menyatakan akan melakukan banding jika kalah dalam PTUN.

Jalannya sidang PTUN dan rotasi terhadap anggota DPR RI oleh ketua fraksi Golkar kubu Munas Bali menjadi tema pemberitaan yang tinggi di media. Tak ketinggalan juga perang urat syaraf yang dilontarkan oleh masing-masing kubu, baik melalui pemberitaan dan media sosial.

Pembicaraan tentang kisruh di tubuh partai Golkar oleh redaksi eveline di media sosial twitter terbilang cukup tinggi. Sejak tanggal 14-24 April 2015 pembicaraan dengan tema partai Golkar mencapai 61.053 tweet perbincangan. Pembicaraan paling tinggi sejak tanggal 14-24 April 2015 didominasi oleh adanya rotasi anggota DPR Fraksi Partai Golkar dengan jumlah perbincangan mencapai 9.585 kicauan. Sementara, perhatian pengguna media sosial twitter terhadap pelaksanaan lanjutan sidang PTUN mendapatkan porsi perbincangan 3.834 kicauan. Turunnya jumlah pembicaraan mengenai sidang lanjutan PTUN ditengarai karena teralihnya perhatian masyarakat terhadap isu-isu lainnya seperti pelaksanaan Ujian Nasional 2015, eksekusi mati WNI di Arab Saudi, pelantikan Kapolri dan Wakapolri dan terakhir seputar pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA).

Pembicaraan partai Golkar yang akhir-akhir ini cukup menarik adalah seputar merebaknya komentar-komentar Tommy Soeharto ditengah kisruh partai Golkar. Pembicaraan mulai meningkat setelah Tommy mengancam Yorrys Raweyai yang dianggap menggunakan jalan kekerasan untuk merebut kantor fraksi Partai Golkar di DPR RI. Komentar-komentar Tommy Soeharto ternyata mendapatkan sambutan cukup luas di media sosial, utamanya twitter hingga akhirnya menjadi ramai di pemberitaan media online.

Pantauan selama 14-24 April 2015, tema perbincangan tentang Tommy Soeharto dan Golkar mendapatkan porsi perbincangan yang cukup tinggi. Catatan redaksi eveline memperlihatkan, 14.208 perbincangan berkicau tentang perhatian Tommy Soeharto melalui akun twitternya @HutomoMP_9. Melalui akun tersebut, Tommy menyampaikan pandangannya tentang kondisi yang terjadi di partai Golkar.

Luasnya perhatian masyarakat di media sosial terhadap komentar-komentar Tommy Soeharto ternyata mendapatkan dukungan yang cukup luas. Setidaknya 5.891 kicauan memperbincangkan dukungan kepada Tommy atau keluarga cendana mengambil alih partai Golkar dan melanjutkan kejayaan partai Golkar di masa lalu. Dukungan terhadap keluarga cendana juga didorong oleh kerinduan di jaman Soeharto masih berkuasa. Setidaknya 321 pembicaraan secara terbuka menyatakan kerinduannya ketika Pak Harto masih berkuasa.

Komentar Titiek Seoharto tentang kondisi partai Golkar dan sarannya untuk mengendakan Munas kembali juga memperoleh porsi yang tinggi oleh pengguna twitter. Pendapat Titiek Soeharto tersebut ternyata menuai 5.836 pembicaraan pengguna twitter. Sementara komentar Titiek bahwa pemerintah yang membuat keruh kondisi partai Golkar menuai 1.398 perbincangan.

Dibalik dukungan yang kuat terhadap Tommy atau keluarga cendana mengambil alih partai Golkar, terdapat perbincangan yang menyatakan kontra dengan wacana tersebut. Catatan redaksi eveline menyebutkan bahwa 1.148 tweet tidak setuju masuknnya kembali keluarga cendana ke partai Golkar. Pendapat-pendapat yang kontra menyampaikan bahwa Golkar bukan partai dinasti atau trah. Masuknya keluarga cendana dikhawatirkan akan menjadikan Golkar sebagai partai keluarga.

 

8 thoughts on “Pro dan Kontra Kembalinya Keluarga Cendana ke Partai Golkar

  1. hendri

    Emang bisa apa Tommy… Jangan sekedar bernostalgia saja… Kiorahnya dipartai blm ada dan blm juga terbukti sarat pengalammn

    Reply
  2. karolus

    Kenangan pak harto memang sabgat kuat. Mungkin juga dibutuhkan filosofi yang sama, siapapun yang nantinya jadib pemimpin

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*