Prof Romli: OTT Auditor BPK Bukan Auditor Kasus Ahok

Foto: Istimewa

Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan bahwa suap yang diduga diberikan oleh Inspektur Jenderal di Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Sugito kepada Auditor Utama BPK Rochmadi Saptogiri untuk mengubah status laporan Wajar Dengan Pengecualian (WDP) menjadi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

“Ada pembicaraan awal, kejadiannya adalah minta agar ingin naik dari WDP jadi WTP, tolong dibantu, nanti ada sesuatu,” kata Agus seusai konferensi pers di gedung KPK Jakarta, Sabtu.

Irjen Kemendes PDTT Sugito dan pejabat eselon 3 Kemendes Jarot Budi Prabowo diduga memberikan suap Rp240 juta kepada auditor utama keuangan negara III BPK Rochmadi Saptogiri dan auditor BPK lain yaitu Ali Sadli.

“Pertemuan terjadi antara eselon 1 Kemendes dan auditor BPK,” tambah Agus. Di ruangan Rochmadi juga ditemukan uang Rp1,145 miliar dan 3.000 dolar AS yang belum diketahui kaitannya dengan kasus tersebut. Dalam konferensi pers juga ditunjukkan barang bukti berupa 1 kardus dan 1 tas yang didalamnya penuh dengan amplop cokelat dan putih berisi uang.

Sebelumnya di media sosial beredar perbincangan yang menyebutkan bahwa auditor BPK yang terjaring operasi oleh KPK adalah auditor yang sama dalam kasus audit pembelian lahan sumber waras.

Pendapat serupa juga diutarakan oleh akun twitter lainnya. “Auditor BPK yang nuduh Ahok korupsi RS Sumber Waras. Senjata makan tuan, fitnah yg  kembali pada si pembuatnya. Gusti ora sare 😊” kicau @berna_srgi.

Berbeda dengan pendapat kedua netizen di atas, ahli hukum pidana, Prof Romli Atmasasmita melalui akunnya @rajasundawiwaha menyebutkan auditor kasus Ahok berbeda.

Netizen pun memberikan pendapat beragam atas kicauan Prof Romli tersebut. Akun @ranata_dago menyebutkan bahwa framing terhadap auditor BPK terbantahkan. “Framing Auditor BPK yg kena OTT riksa YKSW terbantahkan” ujarnya.

Sementara netizen lainnya berpendapat bahwa poin utama dari tertangkapnya auditor BPK menunjukkan kredibilitas auditor BPK sangat diragukan. “Bkn itu point pentingnya prof… BPK skrg sangat di ragukan kredibelitasnya.apalg pimpinan nya dr mantan politikus partai. Mulai terkuak….” kicau akun @Johnnylucius33.

KPK menetapkan empat orang tersangka yaitu sebagai pemberi suap adalah Irjen Kemendes PDTT Sugito dan pejabat eselon 3 Kemendes Jarot Budi Prabowo yang disangkakan pasal 5 ayat 1 huruf atau huruf b atau pasal 13 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo 64 kuhp jo pasal 55 ayat-1 ke-1 KUHP.

Sedangkan sebagai pihak penerima suap adalah auditor utama keuangan negara III BPK Rochmadi Saptogiri yang merupakan pejabat eselon 1 dan auditor BPK Ali Sadli.

Keduanya disangkakan Pasal 12 huruf a atau pasal 12 huruf b atau pasal 11 atau 5 ayat 2 UU No. 31 Tahun 1999 yang diubah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend