Ramai Ribut- Ribut Soal Pilpres 2019, Demokrat dan PDIP Angkat Bicara

Ramai Ribut- Ribut Soal Pilpres 2019, Demokrat dan PDIP Angkat Bicara

Sumber foto: suarakita / demosindonesia

Partai Golkar belakangan mendapat sorotan tajam dari publik. Hal ini tak lepas dari rencana mereka yang sudah mempersiapkan kemenangan Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019. Tak hanya itu, mereka juga memunculkan beberapa nama yang akan mendampingi Jokowi nantinya. Karena itu, Jokowi diminta banyak pihak untuk tetap fokus dalam pekerjaannya sebagai Presiden sekarang ini.

Manuver Golkar ini pun dikomentari oleh Wakil Ketua Umum Demokrat, Syarief Hasan. Syarief mengatakan tak perlu terburu- buru memikirkan Pilpres 2019. Ia mengatakan masih banyak hal yang perlu diperhatikan, seperti kondisi rakyat yang makin lama makin susah.

“Jangan pikirin Pilpres dulu. Jangan pikirin dua jari jadi dua periode. Rakyat masih banyak yang miskin, masih susah,” ujar Syarief seperti dikutip Detik. Masih banyaknya angka penganguran pun seharusnya menjadi perhatian. Syarief menilai Jokowi perlu memerhatikan rakyat terlebih dahulu sebelum memikirkan Pilpres 2019. Soal Pilpres sendiri, Demokrat menurut Syarief tak mau ikut- ikutan. Ia mengatakan bahwa Pilpres masih jauh dan masih banyak hal yang menjadi prioritas untuk masa sekarang.

Tak hanya Demokrat, PDIP pun ikut memberikan komentarnya. Melalui Ketua DPD PDIP Jawa Barat Tubagus Hasanudin mengatakan partainya belum memikirkan soal Pilpres 2019. Ia menilai saat ini belum perlu untuk memikirkan Pilpres. “Itu haknya Golkar, silakan saja. Kalau PDIP sih kerja dulu. Saya khawatir kalau PDIP mengatakan mulai jauh-jauh hari sudah bicara Pilpres, kapan kerjanya,” kata Tubagus.

Pengguna media sosial twitter pun turut berkomentar soal manuver Golkar tersebut. Pengguna twitter dengan akun @hadikhansa1 menilai manuver Golkar ini merupakan strategi Ketum mereka, Setya Novanto. “@detikcom betul bngt,ini hanya strategi setnov aja.kurang etis bicara pilpres terlalu dini.”

Ada juga yang menyebut merapatnya Golkar ke pemerintah hanya untuk numpang tenar saja. Hal ini diutarakan akun @bekti_adi. “@detikcom : Golkar kerjanya cuman numpang beken aja.”

Pengguna twitter dengan akun @margono486 sendiri mengaku setuju dengan pendapat PDIP dan Demokrat bahwa pilpres masih jauh dan banyak hal yang harus menjadi perhatian, terutama rakyat. “@detikcom Mash jauh kita bicarakan skeng,saat ini kita fokus kan kerja dan kerja dulu yg utama,,”

Sebelumnya dikabarkan, Joko Widodo sudah mulai diwacanakan duet dengan nama baru, yaitu Sri Mulyani untuk Pilpres 2019. Usulan duet Jokowi- Sri Mulyani muncul saat Rakornis Partai Golkar akhir pekan lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend