Ratusan Kader PDI-P Di Jakbar Cabut Dukungan Ahok-Djarot, Netizen: Mereka Masih Waras

kader

(Sumber foto: Tribunnews.com/JPNN.com)

Perpecahan terjadi di tubuh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jakarta. Hal itu terjadi ditengah proses hukum kasus penistaan Agama oleh Cagub DKI Nomer urut 2. Sebanyak ratusan kader PDIP di Jakarta Barat bertekad akan mengalihkan dukungan mereka kepada pasangan calon nomor urut lain.

Hal ini disampaikan langsung oleh Bendahara Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDIP Jakbar, M Sakrad dalam keterangannya hari ini, Sabtu (3/12) di Jakarta. Sakrad menegaskan pihaknya secara tegas menolak perintah Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk  tetap mendukung pasangan Ahok Djarot.

Sakrad mengutarakan bahwa nama Ahok tidak pernah muncul dari bawah atau rekomendasi enam DPC se-DKI serta mendaftarkan diri ikut penjaringan Cagub dan Cawagub ke DPP PDIP, yang digelar beberapa waktu lalu.

“sekarang ditambah lagi dengan kasus penistaan agama. Saya tidak bisa mengingkari bahwa ini keputusan (mendukung Ahok) enggak bisa saya terima, karena tidak sesuai dengan hati nurani kami,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDIP Kebon Jeruk Muhammad Ranto, mengakui bahwa partainya sedang mengalami kontra pandangan. “Bahkan, kondisinya sekarang bisa dibilang carut marut. Saya sangat sedih,” ujarnya.

Pasalnya, masih banyak kader yang mengincar jabatan tanpa melalui prosedur yang diatur dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART). “Saya ‘dirampok’ kepengurusan saya oleh oknum-oknum yang tidak jelas,” ungkapnya.

Pantauan redaksi eveline, mendapati netizen berkomentar terkait ratusan kader PDIP Jakbar cabut dukungan Ahok-Djarot.  Berikut komentar netizen pada linimasa twitter. “wajar sj kan mrk msh waras dan punya nasionalisme yg tinggi akan ke Indonesiaan.”. Kicau akun @TsirSaman_PB, menggap hal itu wajar dilakukan kader PDIP yang dinilainya masih waras dan memiliki rasa nasionalisme tinggi.

Selanjutnya, seorang netizen dengan akun @tomi59077896, menulis, “min ternyta jdi presiden itu tdk hnya hrus kerja, ttpi hrus pandai berstrategi n berpolitik ya”. Netizen ini bermaksud menyampaikan penilaiannya bahwa menjadi pemimpin itu harus pandai berpolitik, hal ini nampaknya terkait kader PDIP Jakbar yang membelot dan mendukung pasangan calon Anies-Sandiaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Send this to friend