Rencana Permintaan Maaf Kepada PKI Oleh Presiden Jokowi Ditolak Netizen

Rencana Permintaan Maaf Pemerintah Kepada Keluarga PKI – sumber foto: Istimewa

Dalam pidato kenegaraan yang rencananya digelar 15 Agustus 2015 terselip sebuah wacana yang menghebohkan publik. Presiden Joko Widodo berencana akan menyampaikan permintaan maaf pemerintah kepada para keluarga kader dan simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). Hal ini merupakan salah satu wujud komitmen Jokowi dalam janji kampanye Pilpres 2014 lalu mengenai penyelesaikan kasus-kasus pelanggaran HAM masa lalu, salah satunya G30S.

Hal ini disampaikan peneliti Perludem, Heroik Muttaqien Pratama dalam sebuah dikusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu 11 Juli 2015 lalu. Namun rencana permintaan maaf tersebut bukan tanpa penolakan. Mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen menyebut jika presiden menyampaikan permintaan maaf sama artinya dengan menyatakan pemerintah dan seluruh rakyat Indonesia bersalah.

“Kalau pemerintah minta maaf, berarti pemerintah mengakui dirinya salah dalam peristiwa 1965. Termasuk juga pemerintah mengakui Angkatan Darat bersalah, NU bersalah, Muhammadiyah bersalah dan seluruh rakyat Indonesia bersalah terhadap PKI dalam tragedi tahun 1965,” kata Kivlan Zen sebagaimana dikutip dari Metrotvnews.com

Kivlan menilai ada ada kepentingan politis di balik rencana permintaan maaf tersebut. Menurutnya, Presiden Jokowi justru akan membuka pintu lebar-lebar kepada ideologi komunis gaya baru untuk kembali menguasai Indonesia. Bahkan, Kivlan lebih lanjut menyebut adanya desakan dari China di balik agenda ini.

“Informasi yang saya terima, pemerintah akan mendapat kompensasi anggaran dari China untuk menyantuni para korban yang berjatuhan di tahun 1965,” sebut Kivlan.

Senada dengan Kivlan Zen, Mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Ode Ida mendesak Presiden Joko Widodo membatalkan rencana permintaan maaf tersebut. “Saya sungguh-sungguh sangat berharap Presiden Jokowi tidak perlu menyampaikan permohonan maaf terhadap keluarga PKI,” ungkap Ida sebagaimana dikutip dari JPNN.com

Menurut La Ode Ida, ada beberapa alasan mengapa Jokowi tak perlu meminta maaf atas nama negara ke keluarga PKI. Pertama, PKI tetap jadi musuh ideologis Negara Kesatuan Republik Indonesia karena pernah memberontak dan berupaya mengganti Pancasila. Kedua, katanya, komunisme merupakan musuh utama masyarakat Indonesia yang beragama. Ketiga, permintaan maaf ke keluarga PKI akan mengusik TNI, warga NU, Muhammadiyah, HMI dan elemen-elemen kebangsaan lainnya yang dulu aktif melawan PKI.

Bagaimana tanggapan publik, khususnya netizen Indonesia atas rencana permintaan maaf Presiden Joko Widodo kepada keluarga Partai Komunis Indonesia (PKI)? Simak pantauan redaksi Eveline berikut.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 10 – 13 Juli 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Terdapat 8.872 tweet membicarakan tentang Partai Komunis Indonesia (PKI) dan rekam jejaknya selama ini di Indonesia.

Rencana permintaan maaf kepada keluarga PKI oleh Presiden Joko Widodo mengundang pembicaraan di media sosial Indonesia sebanyak 3.591 tweet. Netizen banyak yang kaget dengan wacana tersebut. Selain itu, mayoritas netizen menegaskan penolakan terhadap wacana permintaan maaf. Hal ini dinyatakan netizen lewat 1.221 tweet.

Menurut netizen, permintaan maaf tersebut sama artinya dengan menyakiti semangat Pancasila dan juga menyia-nyiakan pengorbanan para Pahlawan Revolusi dan mereka yang menjadi korban PKI dulu. Hal ini ditegaskan netizen lewat 506 tweet.

***

Loading...

2 thoughts on “Rencana Permintaan Maaf Kepada PKI Oleh Presiden Jokowi Ditolak Netizen

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*