Saling Sindir Ahok – Haji Lulung Soal Kasus UPS Menarik Perhatian Netizen

Perseteruan antara Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Ketua DPRD DKI, Abraham “Lulung” Lunggana terkait kasus pengadaan uninterruptible power supply (UPS) kian memanas. Komentar- komentar pedas keduanya menghiasi beberapa media online.

Seperti diberitakan Eveline sebelumnya, Badan Reserse Kriminal Polri yang memanggil Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama untuk diperiksa dalam kasus pengadaan alat UPS. Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama pada Rabu kemarin (29/7). Basuki, yang biasa disapa Ahok, diperiksa sebagai saksi atas dugaan korupsi pengadaan UPS. (baca : Kasus UPS DKI Jakarta, Netizen Ramai Bicarakan Pemanggilan Ahok Oleh Bareskrim)

Bagaimana tanggapan netizen tentang Ahok dan Haji Lulung yang saling sindir soal kasus UPS ini? Berikut redaksi Eveline merangkumnya hanya untuk anda.

Pemantauan dilakukan terhadap perbincangan di media sosial, khususnya Twitter selama periode 29 Juli hingga 30 Juli 2015. Pemantauan dilakukan menggunakan platform Evello Intelligent Tagging System. Perbincangan mengenai Ahok yang diperiksa oleh Bareskrim mendapat respon netizen sebanyak 8.108 tweet. Ahok diperiksa kemarin (29/7) sebagai saksi atas dugaan korupsi pengadaan  UPS di lingkungan Pemprov DKI Jakarta. Dalam kasus ini, Bareskrim mengusut dugaan korupsi UPS pada APBD Perubahan 2014.

Haji Lulung yang sudah dari awal berseteru dengan Ahok menyangkut masalah UPS ini pun berkomentar. Lulung menyebut Ahok pantas menjadi tersangka dalam kasus ini. Komentar Lulung yang menyebut Ahok pantas jadi tersangka, direspon oleh netizen sebanyak 1.560 tweet. “Mestinya Ahok jadi tersangka karena pengguna anggaran ada di pihak eksekutif,” ujar Lulung ini di Gedung DPRD DKI, dikutip dari Kompas Rabu (29/7/2015). Menurutnya, anggota DPRD DKI Jakarta hanya bertanggung jawab untuk menyetujui anggaran dalam Sidang Paripurna RAPBD 2014, sementara Ahok sebagai seorang gubernur harus mengontrol anggaran yang diajukan oleh SKPD-nya. Tanggung jawab besar berada di tangan Ahok dan bukan DPRD DKI.

Lulung menyebut Ahok telah melakukan pembiaran alias lalai, sehingga terjadi praktek korupsi. Ahok seharusnya tahu persis setiap penggunaan dari satuan anggaran yang telah disusun. Lulung pun kemudian berkomentar bahwa Ahok menyetujui dana UPS. Sebanyak 948 tweet membicarakan tentang komentar Lulung menyebut Ahok menyetujui dana UPS.

Tak tinggal diam, Ahok pun membalas komentar Lulung. “Memangnya Dia Bareskrim? Kalau (saya) lalai berarti semua presiden lalai dong selama ini karena banyak korupsi di Indonesia,” kata Ahok terkait komentar Lulung yang menilai bahwa Ahok selaku eksekutif telah lalai meloloskan pengadaan UPS dalam APBD-P 2014 dan pantas dijadikan tersangka. Pernyataan Ahok yang menyebut Lulung sebagai Bareskrim direspon oleh pengguna twitter Indonesia sebanyak 1.235 tweet.

Ahok pun menyindir Lulung yang sebaiknya menggantikan Budi Waseso sebagai Kabareskrim. Sebanyak 640 tweet berkicau tentang pernyataan Ahok tesebut. “Makanya sayang saja Haji Lulung itu bukan polisi. Kalau dia bintang dua atau tiga nih, sudah aku usulin ke Pak Jokowi ganti Pak Buwas (Kabareskrim Komjen Budi Waseso),” tambah Ahok.

***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*