Saran Komedian Arie Kriting Soal Dugaan Makar

Saran Komedian Arie Kriting Soal Dugaan Makar

Foto: Istimewa

Artis komedian Indonesia, Arie Kriting turut angkat suara soal dugaan Makar yang melibatkan Sekretaris Jendral Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath. Komedian yang kerap mengaku sebagai berasal dari Indonesia Timur ini menyebutkan bahwa makar saat ini juga terjadi di Ibu Kota.

Cuitan komedian dengan logat khas pada 30 Maret 2017 yang lalu lantas disambar oleh netizen. Jumlah retweet netizen terpantau mencapai 534 retweet.

Netizen pun ramai memberikan tanggapannya terhadap kicauan komedian ini. Salah satu netizen bahkan mengingatkan agar Arie Kriting untuk tidak sembarangan berkicau, mengingat beberapa kasus boikot yang menimpa beberapa komedian sebelumnya.

“bang gg usah bahas makar ntar ada yg kesinggung trus BOIKOT lagi deh” kicau pemilik akun @RedWina92. Sementara netizen lainnya menanggapi kicau Arie Kriting dengan serius. Netizen ini menyebutkan kalau istilah lain dari makar adalah aktivitas terorisme.

“Di sini bukannya sering? Macam (tersangka) teroris di Jakarta atau pulau Jawa. Gak hanya di Timur. Kalo gak pake istilah teroris, ya makar.” ungkap akun @iamrayni.

Baca: Soal Kicauan Terkait Zakir Naik, Ernest Prakasa Mengaku Salah dan Minta Maaf

Seperti diketahui, Sekjen FUI Muhammad Al-Khaththath resmi ditahan. Pentolan Aksi 313 itu kini masih berada di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, setelah ditangkap dan menjalani pemeriksaan sejak kemarin pagi.

Al Khaththath ditangkap bersama empat orang lainnya. Mereka yang kini bernasib sama dengan Sekjen FUI itu adalah Pimpinan Gerakan Mahasiswa Pelajar Bela Bangsa dan Rakyat (GMPBBR) Zainudin Arsyad, Wakil Koordinator Lapangan Aksi 313, Irwansyah, Panglima Forum Syuhada Indonesia Diko Nugraha, dan Mar’ad Fachri.

Ketua Tim Pengacara Muslim (TPM) Achmad Michdan mengatakan, Al-Khaththath selama menjalani pemeriksaan dicecar total 34 pertanyaan dari penyidik.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*