Sebut Penyimpan Buku Jokowi Undercover Bisa Dipidana, Kapolri Tito Dikritik Netizen

Sebut Penyimpan Buku Jokowi Undercover Bisa Dipidana, Kapolri Tito Dikritik Netizen

Sumber foto: tempo / kompasiana

Penyebaran buku ‘Jokowi Undercover’ kini terus dilacak oleh pihak kepolisian. Kapolri Tito Karnavian menyarankan pada masyarakat yang masih menyimpan buku tersebut untuk menyerahkannya pada pihak yang berwajib.

Buku yang dinilai kepolisian sebagai buku yang tak mempunyai data yang jelas tersebut sudah dijual bebas melalui media sosial. Bahkan, menurut penyelidikan, ratusan orang telah menerima buku ‘Jokowi Undercover’ itu. Tito menegaskan, masyarakat yang enggan mengembalikan buku ‘Jokowi Undercover’ bisa diproses hukum.

“Saya imbau yang memiliki buku untuk kembalikan ke polisi. Jangan perbanyak, kalau lakukan ini kena hukum juga, karena ikut sebarkan berita bohong,” kata Tito seperti dikutip dari Okezone, Jumat (6/1).

Lebih lanjut, Tito menceritakan kelanjutan kasus ini. Kasus tersebut kini sudah sampai tahap mendengarkan kesaksian ahli. Kenyataannya dalam buku itu tidak ditemukan subtansi antara judul dengan isinya. Didalam buku ‘Jokowi Undercover’ terdapat belasan masalah nasional yang menarik, topik masalah Jokowi sendiri tak tampak.

Ancaman dari Tito untuk masyarakat penyimpan buku ‘Jokowi Undercover’ ini pun ramai ditanggapi oleh pengguna media sosial twitter. “@okezonenews Sebaiknya diadakan bedah buku dg para ahli sejarah. Adu argumen & data. Hasilnya jelaskan ke rakyat. Bukan main ancam,” kicau pengguna twitter dengan akun @RomyYudi yang kurang setuju dengan ancaman dari Tito tersebut.

Pemilik akun @ilmanramadhan33 juga tak sepakat dengan ancaman dari Tito pada masyarakat. “@okezonenews aparat sekarang bisanya cuman ngancam Mulu dikit2 tangkap, gimana masyarakat mau percaya sama mereka capedeh…”

Ada juga pengguna twitter yang mengatakan sebaiknya pihak kepolisian menelusuri kebenaran dari buku ini. “@okezonenews Mau2 lu deh ; seharusnya polisi menyelidiki kebenaean buku ini bukan memberangus,” kicau akun @ghibbone.

Sebelumnya diberitakan, setelah dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri pada Minggu (25/12) yang lalu, Bambang Tri akhirnya ditangkap oleh polisi. Kepolisian Republik Indonesia menangkap penulis buku “Jokowi Undercover” Bambang Tri Mulyono di Kecamatan Tunjungan, Blora, Jawa Tengah pada Jumat, 30 Desember 2016. Bambang ditangkap atas dugaan ujaran kebencian yang ditulisnya dalam bukunya itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*