Sidang Perdana Tabloid Obor Rakyat, Netizen Ramai Berkomentar

Sidang Perdana Tabloid Obor Rakyat, Netizen Ramai Berkomentar

Sumber foto: Twitter Bg_MarOne

Sidang perdana Tabloid Obor Rakyat dengan kasus pencemaran nama Presiden Joko Widodo digelar pada Selasa (17/5) tadi. Sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tersebut mengagendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Dua terdakwa, Setiyardi Budiono selaku pimpinan redaksi dan Darmawan Sepriyossa yang merupakan redaktur didakwa Pasal 311 ayat (1) KUHP jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Setelah selasai membacakan dakwaan, Setiyardi dan Darmawan meminta pada jaksa untuk dapat menghadirkan pelapor pada sidang selanjutnya. Pelapor tak lain merupakan Presiden Joko Widodo sendiri beserta dengan tim advokasinya. Setelah berunding, hakim memutuskan sidang selanjutnya akan digelar pada Kamis, 2 Juni 2016 mendatang.

“Oke, diputuskan, sidang lanjutan digelar pada Kamis (2/6/2016) jam 10.00 WIB,” ujar Hakim Sinung seperti dikutip Kompas.

Sidang perdana Tabloid Obor Rakyat ini pun menjadi perbincangan publik. Apalagi permintaan terdakwa untuk menghadirkan Jokowi pada sidang selanjutnya. “Dasar kutukupret dl buat berita dimedia obor rakyat tdk ada sama skl konfirmasi dng @jokowi ,skr minta dihadirkan,” sindir akun @triwul82.

Akun twitter @Bg_MarOne berpendapat Jokowi harus mampu membuktikan bahwa pemberitaan yang dimuat oleh Tabloid Obor Rakyat merupakan fitnah. “Meski Jkw sdh pernah membantah semua tulisan Obor Rakyat tp melalui persidangan rakyat perlu tau fakta & kebenaranya.”

Ada juga pengguna twitter yang berkomentar tentang UU yang menjerat tabloid tersebut. “Obor Rakyat dijerat dg UU Pers.Pdhl jk tak berbadan hukum Obor Rakyat bknlah produk jurnalistik cuma selebaran gelap,” kicau akun @PemburuMalam87.

Hinca Panjaitan, kuasa hukum terdakwa mengatakan bahwa permintaan untuk menghadirkan Jokowi dapat membuat terang perkara tersebut dan sebagai bentuk ketaatan warga negara terhadap hukum. Selain itu, permintaan dari terdakwa adalah hak mereka.

Tabloid Obor Rakyat memuat pemberitaan yang dianggap fitnah terkait isu SARA yang menyerang Jokowi pada tahun pemilu, 2014 lalu. Tabloid ini disebarkan secara masif di beberapa pesantren di Pulau Jawa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend