Soal “Panggilan Emosional” Edy Rahmayadi Ikut Pilkada Sumut, Netizen: Bakal Asik Nih Pertarungan

Edy Rahmayadi

(Sumber foto tim redaksi eveline/cnnindonesia.com)

Beredar video lewat situs Youtube berupa wawancara eksklusif Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, bersama CNN Indonesia. Dalam video tersebut Edy nampak menjelaskan beberapa alasan kuat, mengapa dirinya ikut terpanggil untuk maju di Pilkada Sumatera Utara 2018.

Berikut alasan Edy Rahmayadi disampaikan kepada Djibril Muhammad di Makostrad, Jakarta Pusat. Edy mengawali perbincangan dengan menyebut dirinya sempat didatangi beberapa tokoh agama, yang memintanya untuk ikut serta membenahi Sumatera Utara.

“Karena saya beragama Islam, guru ngaji saya menyampaikan, haram hukumnya bagi saya membangga-banggakan diri untuk menjadi seorang pemimpin. Itu sabda Rasulullah. Tetapi, apabila ada sebagian anak Adam yang meminta saya memimpin, apabila saya tidak mau kelak akan tidak dihiraukan oleh Allah dari padang Mashar sampai ke akhirat. Itu yang pertama.”

“Yang kedua, saya didatangi tokoh agama dari Nasrani, Buddha, Muslim (ulama) dan tokoh masyarakat. Mereka meminta saya untuk ikut serta membenahi Sumatera Utara. Akhirnya terjadilah pembicaraan yang panjang. Dan saya terima itu dan saya putuskan dan insya Allah saya akan maju (dalam) pesta demokrasi 2018 khususnya di Sumatera Utara”.

“Awalnya kita pertimbangkan. Saya belum pernah mengurusi orang sipil. Saya biasa mengurusi tentara. Mengurusi orang sipil, terkadang diminta siap, garuk-garuk. Nah itu, yang banyak perlu saya pertimbangkan. Tapi, ada satu panggilan emosional saya. Saya selaku orang Sumatera Utara, alangkah naifnya saya yang sudah keluar dari Sumatera Utara, begitu saya diajak kembali untuk bersama-sama membangun Sumatera Utara, lalu hal ini saya tolak”.

Keseriusan Edy pun ditunjukannya dengan rencana mengajukan surat resmi pengunduran diri dari TNI. Edy akan mengajukan surat resmi pada Januari mendatang. “Insya Allah Januari karena sesuai peraturan KPU, Januari”.

Sementara itu, Ia juga menyebut telah berkomunikasi dengan berbagai Parpol. “Saya sudah komunikasi dengan beberapa parpol, dengan Partai Hanura, Partai Golkar, PDIP, PKB, lalu PKS dan Gerindra”.

Edy pun optimis akan meraih kemenangan. “Insya Allah 20 kursi karena peraturannya adalah 20 persen sehingga saya, bukan UU tapi peraturan KPUD, kalau pemilihan ini harus 20 persen suara. Insya Allah saya akan dapatkan itu”.

Simak alasan selengkapnya, Edy Rahmayadi ikut Pilkada Sumut dalam video berikut:

Pantauan redaksi eveline, mendapati komentar netizen di media social soal ‘panggilan emosional’ Edy Rahmayadi di Pilkada Sumatera Utara 2018. Netizen bernama Inka Roebiono Iskandar berharap Edy Rahmayadi ikut bertarung di Pilkada Sumut, “Bakal asik nih pertarungan di Sumut”. Sedang netizen lain dengan nama Fadil Abidin meminta Edy mendaftar ke Gerindra dan PKS, “daftar lewat PKS Gerindra”.

Selanjutnya beberapa netizen lain, dimungkinkan publik pecinta sepakbola Indonesia terlihat sampaikan pesan bernada emosional. Netizen dengan nama Fuad Khariri, bahkan meminta Edy bertahan di PSSI. “jnganlah, pssi butuh kmu pak, pssi mulai membaik karena anda”. Hal senada juga disampaikan netizen lain, “lanjutkan pssi ajah pak, aku mohon :-(“, tulis Ali Dm berat melepaskan Ketua Umum PSSI itu.

Meski demikian, tak sedikit netizen meminta Edy untuk ikut serta memimpin Sumatera Utara. “Maju terus pak… saya dukung, dari kota brandan”, tulis BUCEK PUTRA. Netizen lain bernama Hermanto wijaya meminta Edy turut membangun Medan, “maju aja pak, biar kota Medan aman dan Jalannya secepat diperbaiki…”.

Loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Send this to friend